Balai Rehabilitasi Merangin Resmi Berdiri, Tapi Korban KDRT Jadi Angkat Kaki

BERITA MERANGIN – Terobosan besar, Balai Rehabilitasi Napza di Merangin resmi berdiri, Selasa (2/8/2022). Namun sayangnya, balai malah bikin korban KDRT jadi angkat kaki.

Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi (Kajati) Bambang Gunawan meresmikan langsung balai tersebut. Ia mengapresiasi dukungan Bupati dan Ketua DPRD Merangin yang hadir langsung.

“Saya formalitas tidak mau, harus ada kesinambungan,” kata Bambang dalam sambutannya.

Ini terkait perjuangan Kejari Merangin dr Roro Theresia Tri Widorini membangun balai dan kesinambungan pada anggaran berikutnya.

“Ini aksi sosial, banyak ibadahnya disini,” puji Bambang.

Balai Rehabilitasi Napza Merangin

Ia mengaku bangga dengan terobosan Kajari Merangin ini. Tentunya, Balai Rehabilitasi Napza Adhiyaksa di harapkan menjadi langkah konkret dalam penanganan kasus narkoba di Merangin.

“Saya apresiasi dengan terobosan Kajari Merangin dan Kasi Pidum Kejari Merangin. Balai Rehabilitasi Napza Adhiyaksa merupakan satu satunya dan pertama di Jambi. Kita akan dukung kegiatan positif ini,” ungkapnya.

Tentu bukan sekedar pujian. Apalagi mengingat angka kejahatan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Merangi yang mencapai 60 persen. Belum lagi, sarana dan prasarana untuk rehabilitasi para pencandu Narkotika dan Zat Adiktif (Napza) masih sangat sedikit

“Sesuai dengan Edaran Kejagung no 18 tahun 2021, dan ini juga sangat sesuai dengan kasus penyalahgunaan narkoba di Merangin yang mencapai 60 persen. Dan saya kira ini menjadi solusi jaksa dalam menyelesaikan masalah ketergantungan para pecandu narkoba,” ungkap Kajari

Selanjutnya, Kajari menegaskan bahwa pihaknya juga akan melakukan kerja sama dengan Polres Merangin. Juga Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, Dinas Sosial, KemenkumHAM dan BNNP .

“Nanti kita akan segera buat PKS terhadap stake holder yang ada agar balai Rehabilitasi Napza Adhiyaksa bisa sempurna,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Merangin Mashuri sangat mendukung dengan adanya balai Rehabilitasi Napza di Merangin. Ia meng harapkan agar bisa menekan angka penyalahgunaan narkoba di Merangin.

” Ini salah satu upaya kita untuk menyelamatkan generasi muda Merangin. Agar mereka terbebas dari penyalahgunaan narkoba dan bisa meneruskan cita citanya. Kita akan bantu agar Balai rehabilitasi bisa beroperasi terus. Dan kita siap bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Merangin dan nanti untuk anggaran operasional kita masukan dalam APBD-P Merangin 2023,” ungkap Bupati.

Dukungan besar ini kemudian menjadi pertanyaan. Di satu sisi, menyelamatkan generasi dari narkoba, namun sisi lain membuat korban KDRT jadi angkat kaki.

Pasalnya, gedung Balai Rehabilitasi ini merupakan rumah perlindungan atau Rumah Aman untuk korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“3 Tahun berguyur-guyur membangun, dari ukuran 4×6 meter. Kita lengkapi pelan-pelan, sampai ada 3 kamar, ruang konseling, WC dan lainnya,” keluh narasumber.

Gagal Jadi UPTD, Korban KDRT Angkat Kaki

Perjuangan untuk membangun Rumah Perlindungan ini sampai memiliki dapur lengkap fasilitas, akhirnya sia-sia. Belum lagi, ternyata rumah perlindungan ini siap jadi UPTD tahun depan setelah riset, perda sampai ke KemenkumHAM.

“Padahal sudah didaftarkan ke KemenkumHAM dan akan jadi UPTD,” keluh sumber

Alih-alih berharap bisa membangun kembali, gawean di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Merangin makin repot.

Baca Juga : Pergoki Istri, Kena Tikam Lagi, Eh Malah Suami di Medan Jadi Tersangka

Jika berada dekat kantor, kontrol pada korban KDRT bisa berjalan. Misalkan konseling, pengawasan atau hal lainnya lebih terjangkau.

“Tapi bagaimana jika jauh dari kantor? Anggaran (Sewa,red) juga dari mana? Sementara mau di kemanakan kalau ada klien korban KDRT?,” katanya tak habis pikir.

Terkait hal ini, Bupati Merangin awalnya mengatakan gedung ini permanen. Namun kemudian, bisa saja berpindah ke lokasi lain.

“Kita cari lokasi. Atau di sini bisa,” katanya.

Soal Rumah Aman atau Rumah Perlindungan Korban KDRT, Bupati kemudian menjawabnya hanya sementara.

“Untuk sementara, BPBD kan ada. Kan kita masih punya banyak gedung-gedung. Kita carikan tempat,” pungkasnya.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube