TANJABBAR – Musibah kebakaran lahan hampir tiap tahun terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Seperti tahun 2019 ini saja ada ribuan hektar lahan di Tanjabbar khususnya lahan gambut terbakar.
Hal Ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar, berencana melakukan penambahan personel untuk mengatasi kebakaran lahan di Tanjabbar.
Untuk saat ini saja, jumlah personil hanya 56 orang, terbagi dalam tiga regu, BPBD harus bekerja ekstra dalam meninimalisir kejadian kebakaran lahan.
Sebagaimana dikatakan Kepala BPBD Tanjabbar, Kosasih mengatakan, dirinya berencana untuk menambah personil demi memaksimalkan kinerja BPBD di lapangan.
Hanya saja, keterbatasan sarana dan dana operasional, pihaknya tetap memberdayakan 56 personil yang ada.
“ Kalau nambah personil, tentu ada tambahan anggaran. Makanya kita tetap memberdayakan personil yang ada. Kita bagi dalam tiga regu, Per regu itu bekerja 10 hari, siaga 24 jam. Kerja mereka memang cukup berat,” kata Kosasih.
BPBD, kata Kosasih berencana juga akan membangun pos-pos pemantau kebakaran di beberapa Kecamatan yang dianggap rawan kebakaran lahan dan hutan, hanya saja, diperlukan dukungan dana dan fasilitas.
“ Ada rencana seperti itu, tapi kembali lagi ke anggaran,” Ucapnya.
Kosasih menyebut, Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-BP) BPBD ternyata tidak bekerja sendirian. Ada tiga pilar yang terlibat, diantaranya pemerintah (BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri), perusahaan dan masyarakat.
” Di kalangan masyarakat sendiri, ada juga relawan bentukan perusahaan yang dinamai Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Desa Tahan Bencana (Destana).Dua relawan ini cukup membantu dan koorperatif dengan pemerintah, jika ada kebakaran lahan dan hutan di suatu wilayah,” ungkap Kosasih.
(hry)
