Alat Rusak 50 Persen, Tapi Dukcapil Masih Merekam 3000 Warga

SAROLANGUN – Upaya demi upaya untuk mewujudkan masyarakat memiliki identitas yang diakui oleh negara (E-KTP) Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terus menggenjot perekaman. Lantaran kondisi alat rusak, Capil mesti menjemput bola ke tengah masyarakat

 

Menurut Helmi SH, Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil), kenapa pihaknya harus menjemput bola, mengingat warga masyarakat masih banyak yang belum melakukam perekaman.

Dan tidak hanya itu saja, alat perekaman yang diluncurkan kepada pihak Kecamatan tidak semuanya membaik.

“50 persen alat rusak di Kecamatan,
rusaknya itu satu seat, ada surfer yang tidak berfungsi, ini lah itu lah, jadi mau tidak mau kita harus jemput bola,” ungkapnya

Alat untuk melakukan perekaman yang sering dilakukan, meliputi Iris Mata, server, kamera dan sidik jari, jika dalah datu alat tersebut tidak berfungsi maka perekaman dinyatakan tidak bisa alias rusak.

“Kadang kadang di kecamatan si A baik kameranya dan bagus, servernya yang rusak. Begitu juga kecamatan B, server bagus kamera rusak, apalagi Iris mata ini yang penting dalam perekaman jadi susah, empat item ini harus dalam kondisi baik sehingga menimbulkan hasil yang maksimal,” jelasnya

Selain itu, Helmi juga mengatakan satu bulan terakhir sudah melaksanakan tugas keliling setiap desa dalam Kecamatan yang ada di Bumi sepucuk adat serumpun Pseko ini.

“Itu trgantung dengan permintaan masyarakat, ada yang minta sabtu ada juga minggu, dalam satu bulan terakhir jemput bola tiga ribu lebih perekaman masyarakat yang kami lakukan,” katanya

Sisi lain, jelang pemilihan Kepala Desa yang akan datang sudah melakukan E-Voting, jadi semua masyarakat harus memiliki E-KTP, jika tidak memilikinya maka tidak bisa menggunakan hak suaranya.

“Menyikapi pilkades e-voting,
kita akan prioritaskan desa yang mengikuti pilkades yang menggunakan e-voting,” tandasnya.

Untuk melakukan Perekaman secara global, pihaknya sering mengalami kendala.

“Kita sering terkendala dengan alat dalam kondisi rusak, namun semuanya bisa diantisipasi dari awal.” pungkasnya (Ajk)