Alamakk.. Remaja di Daerah Ini Merebus Pembalut Untuk Mabuk

YOGYAKARTA – Dosen Fakultas Psikologi Universtias Katholik Soegijapranata (Unika), Indra Dwi Purnomo, mengatakan, sebenarnya fenomena merebus pembalut sudah lama ditemukan di daerah Karawang, Belitung, dan Yogyakarta. Kebanyakan alasan para pelaku, karena sifat dasar manusia yang selalu mengejar kesenangan.

“Pengonsumsi ini kan mayoritas anak jalanan atau mohon maaf dari keluarga kurang mampu. Nah, ketika dalam kondisi tertekan, ingin senang dan karena keterbatasan modal, anak-anak muda ini jadi suka bereksperimen. Mulai dari yang legal-legal dulu dari antimo, lalu komix, akhirnya nyair bahkan minum rebusan softex,” katanya beberapa waktu lalu.

Psikolog yang konsen di bidang adiksi ini mengungkap, pengonsumsi pembalut bekas ini tak dilakukan oleh para pemakai sabu. Bahkan banyak dari mereka yang mengaku anti.

“Jadi seperti ada kasta, ya sebenarnya latar belakangnya sama. Butuh happy, tapi yang satu (pemakai sabu) punya uang, dan yang nyair tidak. Jadi ini masalah mental juga sampai bisa beralih ke situ,” lanjutnya.

Untuk penanganan, lanjut Indra, sudah seharusnya dari hulu. Mencari tahu penyebab muncul rasa mencari kesenangan itu, karena kecanduan tidak hanya dipandang dari sisi fisik tapi secara psikologis pula. Intervensi psikolog dilakukan melalui sudut pandang pre-kontekstual dan pre-kontekstual konteks.

“Pre-kontekstual kita hanya lihat di kulitnya. Di adiksi, memakai sabu, merebus softex buat mabuk, kita atasi dengan terapi dan sebagainya. Cuma kita perlu juga mengatasi sumbernya, butuh kebahagiaan itu tadi. Sumbernya bisa di keluarga, lingkungan kita intervensi. Pre-kontekstual konteksnya itu. Jadi bukan pada rehab saja, tapi preventif yang juga perlu dilakukan oleh berbagai pihak. Tak cuma BNN,” terangnya panjang.

Lebih lanjut kata dia, jika pendidikan di keluarga dan lingkungan dilakukan dengan benar, kasus-kasus narkotika atau penyalahgunaan zat-zat tadi bisa dicegah. Melihat pada dasarnya manusia selain terlahir sebagai makhluk pencari kesenangan, juga sosial.

Sumber : Pojoksatu.id

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page