JAMBI – Didampingi sejumlah gurunya, rombongan pelajar SMK N 9 Muara Jambi, Senin (9/1) siang mengelar aksi damai di depan halaman Kantor Gubernur Jambi sekitar pukul 11.45 Wib. Puluhan pelajar kemudian disambut perwakilan Gubernur.
Puluhan para pelajar ini beraksi buntut dari kebijakan Kepala Sekolah. Kebijakan Kepsek dan pihak sekolahan disoal lantaran dituding memberatkan wali murid, untuk membayar sejumlah uang untuk biaya magang dengan uang sumbangan ke komite sekolahan.Mereka mengaku, mendapatkan tekanan dari hal ini.
Pantauan Dinamikajambi.com, para pelajar yang kemudian diterima Staf ahli mengutarakan kedatangan mereka. Biaya pendidikan, menjadi tuntutan mereka.
“Kami ditekan sama guru BK untuk membayar uang komite sama uang magang, orang tua kami keberatan dengan itu, dan sekolah kami kan sekolahan negeri. Sedangkan sekolahan lain yang swasta bayarnya lebih murah, kenapa sekolahan kami malah lebih mahal?,” terangnya.
Salah satu guru yang mendampingi, mengungkapkan adanya tindakan yang kurang terpuji dari oknum guru lainnya dengan membentak anak didik. Hal inilah yang membuat dirinya tergerak hatinya. Guru juga menyebutkan, aksi ini lantaran demo di sekolahan tidak mendapat tanggapan.
“Mereka sebenarnya tadi sudah melakukan demo di lapangan sekolahan tetapi tidak mendapat tanggapan, justru malah dibentak-bentak oleh salah seorang oknum guru BK dan diancam akan dikeluarkan dari sekolah. Saya sendiri juga tidak tega melihat hal itu, makanya saya dampingi mereka menghadap ke kantor Gubernur,” jelas Dahlia Guru Bahasa Inggris

Pihak dari pemprov serta Dinas Pendidikan Provinsi Jambi langsung memberikan tanggapan, dengan mengajak rombongan masuk ke ruang pola untuk menyampaikan aspirasinya.
baca juga : Tanggapi Demo Pelajar, Zola Beri 3 Hari
