Akibat Kabut Asap, 1699 Balita di Merangin Terserang ISPA

MERANGIN-Sebanyak 1699 balita di Kabupaten Merangin terserang Insfeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Hal ini akibat kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi secara masif sejak bulan Agustus hingga September 2019.

Demikian dibenarkan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin Abd. Rahman kepada dinamikajambi.com, Senin (16/9/2019). Dikatakannya, jumlah tersebut berpotensi terus bertambah.

“Data ini merupakan laporan bulan Agustus 2019 lalu. Mengingat pergerakan kabut asap pada bulan itu mulai masif. Hingga puncaknya di akhir Agustus hingga September pekan ini” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Rahman mengatakan, penyebab rentannya balita terkena ISPA karena memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah di banding orang dewasa. Selain pengaruh faktor lingkungan dan udara yang sudah tidak sehat.

Lebih lanjut Rahman mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Merangin agar mengurangi aktifitas di luar rumah karena kondisi udara di wilayah tersebut sudah masuk level tidak sehat akibat kabut asap.

Berita Terkait : Dampak Kabut Asap, Ratusan Balita Di Tanjabbar Terserang ISPA

“Kalau tidak ada yang urgent, silahkan tinggal di rumah saja. Namun bila terpaksa keluar rumah, kami mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker bila berada di luar ruangan untuk mengantisipasi dampak asap,” katanya.

Diketahui, kabut asap yang melanda wilayah Kabupaten Merangin merupakan kiriman dari wilayah lain, mengingat berdasarkan data di lapangan titik panas di Kabupaten Merangin hanya sedikit.

“Memang ada beberapa titik hotspot di Kabupaten Merangin. Namun kebakarannya tidak begitu besar. Mungkin hasil kiriman dari daerah lain, provinsi tetangga misalnya, sehingga berpengaruh di Kabupaten Merangin,” ujarnya. (rdc)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page