Ada Sesi Berjemur, Begini Mekanisme Sekolah Tatap Muka di Kota Jambi

BERITA JAMBI – Uji coba sekolah tatap di Kota Jambi resmi di berlakukan pada hari ini, Senin (04/10/2021). Berbeda dari sebelumnya, kali ini memiliki sesi berjemur bagi para peserta didik.

Hari pertama uji coba sekolah jenjang PAUD hingga SMP tatap muka di Kota Jambi, memiliki cerita tersendiri bagi peserta dan tenaga pendidik. Tentunya, hal ini di langsungkan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga : Wako Ahmadi, Hadiri Pembukaan MTQ Ke 50 Tingkat Provinsi Jambi

Warsito, Wakil Kepala Sekolah SMPN 11 Kota Jambi menjelaskan, para peserta didik wajib memakai masker hingga mencuci tangan, sebelum memasuki ruang kelas. Selain itu, pada hari pertama ini juga pengaturan bangku, hanya di maksimalkan 50% berjumlah 18 orang.

Sementara, separuh dari peserta didik tersebut diberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. Yang mana, mekanisme tersebut merupakan pembagian sesi online dan tatap muka, bergantian dalam sepekan.

“Hanya memang, kita bagi dua. Minggu ini tatap muka, setengahnya online di rumah. Ini sengaja kami tempuh, agar lebih efektif tidak ketinggalan materi,” ungkapnya, Senin (04/10/2021).

Ada Sesi Berjemur

Di samping itu, Ia juga menjelaskan, sebagaimana merujuk kepada Surat Edaran Walikota Jambi beberapa waktu lalu, para peserta didik diwajibkan mengikuti sesi berjemur.

Hal ini, bilangnya, bertujuan untuk meningkatkan imun dari seluruh peserta didik. Meski memang, sebelum pembelajaran tatap muka diberlakukan, pihaknya telah mewajibkan para siswa untuk mengikuti vaksinasi.

“Pada jam tertentu, seperti tadi jam 9 kita ada sesi berjemur. Jadi, siswa kita arahkan berjemur 15 menit di lapangan, di sesuaikan juga dengan kapasitas lapangan. Nah, berjemurnya sambil senam, supaya tidak ngobrol kan jadinya,” tambahnya.

Di tempat yang berbeda, hal ini juga mendapat tanggapan dari orang tua peserta didik. Susanto, menuturkan, menyambut baik hal tersebut agar sang anak dapat belajar secara leluasa.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Yang mana, beberapa bulan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh, Ia mengamati memiliki kendala tersendiri.

“Alhamdulillah mas, sudah bisa sekolah kembali anak-anak. Jadi kan, mereka bisa leluasa belajar dengan guru. Terus, tugas-tugas juga bisa menjadi lebih sedikit. Kadang kasian lihat mereka, tugas menumpuk tetapi penyampaian materi melalui online.” tukasnya.

(Tr01)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page