MERANGIN – Ketegasan Bupati Syukur akan kebersihan kota, berbanding terbalik dengan kemampuan. Salah satunya, gaji Pasukan Oranye Merangin terendah Seprovinsi Jambi.
Fakta ini tentu mengejutkan publik. Pasalnya, awal pemerintahan Muhammad Syukur di Kabupaten Merangin begitu tegas akan kebersihan.
Namun setahun kepemimpinan, gaji Pasukan Oranye Merangin bukannya naik untuk menggenjot program yang dijalankan, serta meningkatnya sampah setiap tahunnya.
Lebih parahnya, terungkap pula gaji mereka terendah di Provinsi Jambi. 207 Pasukan Oranye Merangin hanya menerima Rp 1,2 juta dibanding Kota Jambi Rp 1,9 hingga Rp 2,5 juta.
“Bagaimana mau bersih, gaji pasukan Oranye rendah segitu. Wajar sampah masih meningkat. Seharusnya naikkan gaji yang katanya Pahlawan Kota, ini malah buat Sayembara,” kata Rudi, warga Bangko.
Terkait hal ini, Bupati Merangin, Muhammad Syukur usai peresmian Poli Jantung di RSUD Kolonel Abundjani pekan ini, bukannya segera menaikkan gaji, tapi malah mau mengkaji.
“Nah itu nanti kita kaji. Jadi kito kalau mau jujur, ini banyak yang kita bahas tidak bisa didepan publik,” kata Bupati Syukur.
Menutup jawaban atas programnya, entah kenapa Bupati Syukur menyebut kata demo dengan tertawa.
“Nah kalau mau cara profesional, nanti banyak yang demo lagi,” sambungnya.
Selain rendahnya gaji Pasukan Oranye yang menunjang kebersihan, fasilitas penunjang lain yang dimiliki turut disorot publik.
Misalkan armada yang hanya tersedia 11 unit untuk wilayah Merangin, kabupaten terluas di Provinsi Jambi.
Parahnya, keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) hanya 32 unit, jauh dari kebutuhan untuk kabupaten dengan penduduk terbesar ke 2 di Provinsi Jambi.
Dengan keterbatasan itu, ada pula TPS yang dibangun dari uang rakyat, malah dihancurkan berkali-kali seperti kawasan Jalan Kolonel A Rahman Syukur.
Situasi ini memunculkan kritik dari masyarakat. Di satu sisi, kebersihan kota dituntut maksimal, namun di sisi lain kesejahteraan dan fasilitas petugas kebersihan dinilai belum memadai.
