KURIKULUM MERDEKA adalah kurikulum yang memberikan inovasi pendidikan terbaru kepada siswa maupun guru dalam meningkatkan karakter siswa dan profesional guru. Pada saat pergantian menteri maka kebijakan dan aturan negara akan terus berganti.
Kurikulum ini termasuk salah satu kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk sekolah dibawah Kementerian pendidikan dan kebudayaan yang biasa di kenal sebagai (kemendikbud). Kurikulum merdeka ditetapkan pada tanggal 11 februari 2022. Kurikulum merdeka tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi bisa membantu siswa dalam mengembangkan karakter pribadi masing-masing siswa.
Pada saat kurikulum merdeka ditetapkan, banyak perubahan yang dilakukan oleh setiap sekolah untuk meningkatkan semangat belajar siswa.
Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengembangkan potensi dan minat mereka sendiri sehingga potensi yang mereka miliki akan terus berkembang dan sekolah pun ikut terkena dampak karena mempunyai siswa yang berbakat.
Kurikulum merdeka ini adalah bentuk inovasi di dalam dunia pendidikan. Selain itu, kurikulum ini sangat memberikan kebebasan kepada guru untuk menyusun sistem belajar sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa.
Tujuan adanya kurikulum ini untuk menciptakan proses belajar mengajar agar lebih personal, siswa harus lebih aktif, dan mengembangkan karakter serta kompetensi yang relevan dengan tantangan yang ada di masa depan. Akan tetapi, implementasi kurikulum ini tidak akan terlepas dari tantangan yang berpotensi akan menjadikannya beban tambahan bagi guru dan siswa, sehingga adanya evaluasi menyeluruh untuk menilai keefektivitasnya.
Menurut peraturan mendikbudristek No.12 Tahun 2024 mengenai kurikulum PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah terdapat struktur yang berupa intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Dalam konteks tersebut, bahwa pendidikan wajib belajar pada saat ini tidak lagi 12 tahun.
Sekarang, PAUD menjadi pendidikan wajib belajar 1 tahun bagi anak-anak Indonesia. Ini adalah awal mula dalam pembentukan karakter siswa dan cara untuk memperkenalkan sekolah PAUD yang terpencil agar bisa mendapatkan akses pendidikan semestinya.
Dengan demikian, kurikulum ini dapat memberikan dampak positif terkhususnya di dalam hal fleksibilitas pembelajaran dan pengembangan karakter siswa seperti, matteri pembelajaran yang lebih mudah dipahami, guru bisa lebih fokus pada kebutuhan dan minat siswa, agar proses belajar bisa menjadi lebih bermanfaat dan menyenangkan.
Pendekatan ini memungkinkan bahwa siswa belajar sesuai dengan bakat dan minat yang mereka senangi.
Lebih lanjut, kurikulum ini juga mendorong guru untuk berinovasi dan setiap melakukan pembelajaran harus bisa menggunakan metode yang variatif dan kontekstual.
Dengan begitu, kualitas pembelajaran akan terus meningkat dan siswa akan termotivasi. Sehingga, penerapan kurikulum merdeka bisa menumbuhkan semangat belajar terhadap siswa.
Meski demikian, implementasi kurikulum merdeka terdapat sejumlah hambatan yang signifikan.
Adapan masalah yang sering terjadi di lapangan yaitu kurangnya kesiapan guru dalam memahami dan menerapkan konsep kurikulum baru ini. Masih banyak guru yang menggunakan teknik lama dalam proses belajar mengajar seperti ceramah dan catatan.
Seharusnya, ketika sudah menggunakan kurikulum ini diharuskan adanya pelatihan guru dan infrastuktur yang memadai agar siswa bisa lebih bersemangat dan fokus dalam mengembangkan karakternya. Tanpa adanya infrastruktur dan guru yang berkompeten, maka siswa akan kesulitan dalam membentuk karakternya.
Dari segi siswa, adapun perubahan pola di dalam proses pembelajaran.
Siswa diharapkan harus lebih mandiri dan rencana ini membutuhkan proses adaptasi yang cukup matang, terutama ketika dukungan dari guru dan fasilitas di sekolah yang kurang optimal. Hal ini bisa menimbulkan efek bagi siswa yang harus bisa menyesuaikan dirinya dengan metode pembelajaran baru tanpa adanya pendampingan yang cukup.
Agar kurikulum merdeka ini bisa efektif tanpa menjadi beban bagi guru maupun siswa, maka diperlukan pendekatan holistik.
Pemerintah dan lembaga pendidikan juga harus bisa fokus dalam meningkatkan kompetensi guru dengan diadakannya pelatihan yang intensif dan berkelanjutan, lalu menyediakan sarana dan prasarana yang memadai. Ketika sekolah memiliki integrasi teknologi di dalam proses pembelajaran maka itu akan menjadi ketertarikan bagi siswa dan bisa mendukung metode yang lebih inovatif.
Selain itu, evaluasi yang berkelanjutan juga melibatkan guru, siswa, dan pemangku kepentingan lain. Sehingga dengan adanya evaluasi ini semua pihak yang terkait bisa mengidentifikasikan suatu masalah yang ada dilapangan dan mencari solusi dengan keputusan bersama.
Jadi, kurikulum merdeka ini sangat membawa siswa untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada guru maupun siswa. Namun, jika tidak ada kesiapan dari guru yang memadai, dukungan fasilitas, dan pelatihan yang komprehensif, maka kurikulum ini bisa berdampak pada beban tambahan guru dan siswa.
Evaluasi secara menyeluruh dan penyelesaian masalah secara terstruktur ini sangat diperlukan, karena kurikulum merdeka tidak hanya keefektifnya saja pada proses pembelajaran, tetapi juga harus bisa berkelanjutan dan tidak ada yang dirugikan.
Dengan adanya komitmen pemerintah, sekolah, guru, dan masyarakat, maka kurikulum merdeka bisa menjadi solusi yang tepat di dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia di masa yang akan datang.
Penulis : Septia Ayu Ningsih
Program studi: Manajemen Pendidikan Islam
Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi
