KERINCI – Lahan sawah di Kabupaten Kerinci banyak alih fungsi, Kepala BKP Provinsi Jambi prihatin dan sebut Tata Ruang ini Tak Jelas
Julukan Segempa Tanah Surgo atau juga diartikan segempal tanah surga untuk Bumi Kerinci sepertinya mulai tergerus. Salah satunya pada lahan subur pertanian yang juga menjadi ikon, kini mulai beralih fungsi. Tak ayal, kondisi ini membuat prihatin Drs. Hartono M.Si pada kampung halamannya. Apalagi, Hartono menjabat Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jambi yang membidangi pertanian dan holtikultura.
Tak dapat dipungkiri memang, pesatnya pembangunan dan pertambahan jumlah penduduk menyebabkan terjadinya alih guna lahan sawah di Kerinci menjadi tempat pemukiman hingga pertokoan. Namun demikian, Hartono mengatakan pemerintah sejatinya bisa menata dan membagi tata ruang pemukiman dan lahan.
“Ini dak jelas. Mana cluster pembangunan, mana cluster pemukiman dan cluster lain,” sesal Hartono saat dibincangi dinamikajambi.com usai meninjau korban banjir di Kecamatan Hamparan Rawang.
“Mana yang lahan rumah, mana yang lahan produksi, mana yang lahan tidur, dak jelas,” sambungnya.
Baca Juga : Kasus Pengusuran Lagi, 300 Hektar Lahan Warga Digasak 3 Perusahaan
Baca Juga : Usai Panen, Santainya Wabup Sarolangun Makan di Pinggir Sawah
Lihat Juga : Video Fachrori Tutup Festival Danau Kerinci
Memang, sambung Hartono, kepemilikan tanah ini merupakan milik sendiri atau pribadi. Meski begitu, dalam perjalanan pemerintahan punya peraturan dalam berbangsa dan bernegara. Bilang Hartono pada pengaturan pembangunan, alih fungsi, aliran sungai dan peraturan lainnya.
Ia menyarankan pada Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk membuatkan payung hukum terkait pengalihan lahan itu.
“Buatkan payung hukum. Buatkan Perdanya,” tutupnya. (Erw)
