SUNGAI PENUH – Jenazah Kopda Hendrianto prajurit TNI dari Yonif 133/YS Satgas Pamtas Pos Bousha, yang diserang oleh Kelompok Separatis Bersenjata (KST) Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Senin (25/12) kemarin tiba dirumah duka yang beralamat disusun Koto Dumo, Desa Larik Kemahan Koto Dian Rawang Kecamatan Hamparan Rawang Kota Sungai Penuh pukul 15.00 wib Rabu 27 Desember 2023.
Jenazah Hendrianto disambut oleh pihak keluarga dan masyarakat dengan Isak tangis, rencana jenazah akan dikebumikan pada hari ini (27/12,) dengan upacara militer, di Desa Koto Dian Kecamatan Hamparan Rawang.
Hal itu diungkapkan Komandan Korem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl. Kedua anak Kopda Hendrianto menurutnya saat ini masih menempuh pendidikan sekolah dasar.
“Kopda Hendrianto meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Anak dia paling besar saat ini masih kelas 4 SD dan umurnya baru 8 tahun. Sementara yang paling kecil masih kelas 1 SD, dengan umurnya baru 6 tahun,” katanya Rayen Obersyl, Selasa (26/12/2023).
Lebih lanjut, perwira tinggi TNI-AD menyebut Kopda Hendrianto baru berangkat ke Papua sejak 24 Maret 2023 lalu. Direncanakan dia akan kembali kesatuannya pada Maret 2024 mendatang. Namun kejadian nahas menimpa dia dan Pratu Gula di Kampung Buosah, Distrik Aifat Selatan, Maybrat.
“Kopda Hendrianto ini mengalami tembakan pada pipi bagian sebelah kanan. Dampaknya dia mengalami pendarahan berat yang membuat dia gugur. Sementara rekanya mengalami luka di bagian perut dan saat ini sudah selesai melaksanakan operasi ,” ungkapannya.
Kopda Hendrianto Naik Pangkat luar biasa
Dampak gugurnya salah seorang prajurit itu, Rayen Obersyl menyebut Kopda Hendrianto akan memperoleh kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) satu tingkat lebih tinggi.
Baca Juga : Pejabat Sarolangun Berguguran, Termasuk Sekda
Dia menyebut pihaknya akan mengajukan kenaikan pangkat tersebut. (Jul)
