MUARA BULIAN – Lagi-lagi, operasi rutin yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batang Hari mendapati pelajar berada diluar sekolah pada saat jam pelajaran. Kali ini, 5 pelajar terjaring razia di Simpang Hutan Lindung, Kecamatan Muaro Bulian.
Saipul Anwar, Kasi Trantibbum Satpol PP saat di wawancarai media ini membenarkan hal tersebut. Bilangnya, beberapa jam yang lalu petugas Satpol PP baru saja mengamankan para pelajar yang bolos dari sekolahnya berjumlah 5 orang dan berasal dari sekolah yang berbeda dan dari kelas yang berbeda pula.
“Nama para pelajar tersebut adalah, yang pertama Rian Hazrianto berasal dari sekolah SMK IKROQ Batang Hari merupakan murid kelas XII, yang kedua Abdul Muis Rajab berasal dari sekolah SMKN2 Batang Hari merupakan murid kelas X, yang ke tiga Handi Saputra berasal dari sekolah SMKN1 Batang Hari merupakan murid kelas X,” kata Saipul.
Berita Lainnya : Resmikan Operasi Damri Kuala Tungkal – Lubuk Kambing, Ini Kata Bupati
“Dan yang ke Empat Ilyasak berasal dari sekolah MTS Al Ikhlas Batang Hari merupakan murid kelas IX, kemudian yang ke lima Rizki Ananda Putra berasal dari sekolah MTS AL IKHLAS merupakan murid kelas IX,” lanjutnya menerangkan.
Saipul juga mengatakan bahwa saat hendak di amankan dan dibawa ke kantor, para pelajar tersebut ada yang mencoba melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke dalam sawah yang ada di belakang tempat mereka nongkrong.
Kemudian, sambungnya, dengan kesigapan para petugas Satpol PP para pelajar tersebut bisa diamankan dan kemudian di bawa ke kantor Satpol PP Kabupaten Batang Hari sambil menunggu para orang tua dan dari pihak sekolah yang datang untuk menjemput.
“Memang sangat memprihatinkan para pelajar zaman sekarang terkadang suka bikin ulah dan nakal, yang lebih parahnya lagi ada juga salah satu pelajar yang berani melawan petugas di saat hendak di amankan. Kami dari pihak Satpol PP Batang Hari sangat mengharapkan agar pihak sekolah dan orang tua murid senantiasa memberikan arahan kepada anak-anak didik mereka, agar hal-hal memalukan seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (Akr)
