Jelang Pemilihan Wabup Merangin, Taboy dan Nilwan Lakukan Ini

BERITA MERANGIN – Usai mendapatkan nomor urut serta menyampaikan visi dan misinya, pertarungan 2 kandidat berlanjut Senin (8/8/2022). Jelang Pemilihan Wabup Merangin, apa yang akan dilakukan Taboy dan Nilwan?

Sebagai informasi, Heri S Mohza atau akrab dengan sapaan Taboy mendapatkan nomor urut 1. Sementara Nilwan Yahya, mendapatkan nomor urut 2 dalam pemilihan suara di Rapat Paripurna Pemilihan Wakil Bupati Merangin sisa jabatan 2018-2023.

Pada Dinamikajambi.com, Taboy mengaku tidak ada persiapan khusus jelang pemilihan suara dari 35 anggota DPRD Merangin itu.

Baca Juga : 18 Hasil Rapat DPRD ke Pemkot Sungai Penuh Terkait TPS di RPT

“Yang jelas, tidak ada persiapan-persiapan khusus. Inikan sudah berjalan lama. Artinya, siap menang siap kalah,” katanya sembari tertawa.

Untuk merebut suara, kenapa dewan harus memilih seorang Taboy? Mendapat pertanyaan ini, sosok yang aktif dengan aktivis dan wartawan itu sejenak tersenyum.

“Paling tidak, kita sudah melalui penjaringan-penjaringan ketat. Mulai dari partai, Partai Golkar sampai ke partai pengusung. Artinya, perjalanan kita ke titik ini sudah layak dan pantas untuk ikut berkompetisi menjadi Wakil Bupati Merangin,” katanya.

Jelang Pemilihan Wabup Merangin

Sekilas informasi, Taboy dalam perjalanannya maju ke Pemilihan Wabup Merangin terbilang panjang dan berkelok. Namanya sempat hilang dari usulan di tingkat kepengurusan partai.

Beralih ke Nilwan Yahya, Ia mengaku menyerahkan segalanya kepada pemilik suara setelah melalui proses dan mekanisme yang panjang.

“Segala mekanisme kita serahkan pada dewan. Karena yang punya hak suara, anggota dewan. Apapun yang terbaik bagi dewan, siapapun yang terpilih, itu yang terbaik bagi dewan,” katanya.

“Yang jelas di minta kondisi tanggal 8 harus kondusif, aman dan lancar dalam proses pengisian wakil,” katanya.

Anggota dewan 3 periode itu menjawab soal lobi-lobi merebut suara. Ia blak-blakan mengaku belum melakukannya.

“Belum. Tapi kalau melalui internal partai, mungkin sudah,” katanya.

Kemudian, kenapa dewan harus memilih Nilwan Yahya nantinya dari balik bilik suara? Nilwan kemudian mengulas soal pengusungan 3 partai.

Baca Juga : Viral Anggota DPRD Kedapatan Nyabu, Hukum Megawati Berlaku

“Dari awal Pilkada dulu, ini kan diusung oleh 3 partai. Dalam UU nomor 10 tahun 2016, mengisi kekosongan ini diwajibkan dari partai politik yang bersangkutan,” katanya.

“Kalau memang kita mengacu kesitu, Taboy inikan kader murni Golkar. Terakhir ini bae keluar dari Golkar. Kalau saya, 17 tahun memimpin DPC PPP Merangin, tidak akan mungkin PPP melepas saya. Minimal ada penghargaan. 17 tahun bukan waktu yang sebentar,” katanya.

Dengan dasar pertimbangan itulah, partai politik termasuk koalisi dengan Hanura.

“Hanura inikan mempercayai kami (Nilwan) dengan Taboy,” tandasnya.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube