Ayah Bagus Kahfi Sempat Tak Dukung Jadi Pemain Bola, Jual Motorcross untuk Beli Sepatu

OLAHRAGA – Pesepak bola kembar yang dimiliki Indonesia, Bagus Kahfi ternyata sempat tak mendapat dukungan dari sang ayah untuk jadi pemain bola.

Pasalnya Bagus Kahfi mengakui bahwa ayahnya mengenalkan dirinya ke arah otomotif.

Tak hanya Bagus Kahfi, hal serupa sebenarnya juga di alami oleh saudara kembarnya Bagas Kaffa.

Sehingga dari dulu, ayah Bagus Kahfi langsung mengenalkan ke motorcross.

Baca Juga : Hasil Indonesia Vs Myanmar 5-1, Tapi Timnas Gagal Lolos Semifinal AFF U19

Jadi sejak kecil, ayah Bagus Kahfi selalu mengajarkan untuk menunggangi motorcross.

Setiap ada event motorcross, ayah Bagus selalu mengajak untuk menonton.

Untuk bermain bola pun, sebenarnya baik Bagus maupun Bagas tak ada larangan, hanya saja tak ada dukungan dari sang ayah.

“Dulu bapak nggak suport sama sekali. Bapak otomotif, motorscros,” ujar Bagus di lansir dari Youtube Vindes.

“Dari TK udah di kasih motorcross, jadi sebelum berangkat ke sekolah latihan motorcross dulu.”

Bagus juga menerangkan bahwa mengenal dunia sepak bola itu justru dari temannya.

Ayah Bagus Kahfi Tak Dukung Jadi Pemain Bola

Saat itu di kampung, ia diajak oleh temannya untuk ikut SSB (Sekolah Sepak Bola).

Saat itu juga ayah dari Bagas Bagus tak melarang untuk ikut SSB.

Namun, saat latihan sang ayah tak ingin mengantarkan dan menonton. Justru ibunya lah yang kerap kali mengantar Bagus untuk berlatih.

Akan tetapi, setelah Bagus sudah dewasa dan lebih memilik untuk menekuni bola, akhirnya sang ayah menjual motorcross milik Bagas dan Bagus.

Penjualan motorcross itu tujuannya untuk membelikannya sepatu bola.

“Ya kalau misal mau beli sepatu bola, harus ngorbanin motorcross yang udah di beli itu,” terang Bagus.

Secara tidak langsung, itu menandakan bahwa sang ayah sudah mulai luluh dengan mendukung anaknya.

Bahkan, Bagus juga menerangkan sejak saat itu, karena dia masuk final di salah satu turnamen, ayahnya menonton untuk pertama kali.

“Ahirnya support. Ketika ikut turnamen masuk final dan dia (ayah Bagus) baru pertama kali itu nonton,” kata Bagus.

Selain itu, Bagus juga menuturkan bahwa sang Ayah pernah berpesan soal sepak bola.

Saat Bagas Bagus masih harus sekolah, namun anaknya sudah menggeluti dunia sepak bola.

Ayahnya menerangkan kalau ingin jadi pemain sepak bola tak perlu nanggung.

“Kamu kalau akademik, ya belajar, tapi kalau main bola ya sekalian aja (menekuni),” tutur Bagas.

Beruntung sejak saat itu baik Bagas maupun Bagus sudah berhasil membuktikan tajinya.

Satu di antaranya berjuang bersama Timnas Indonesia.

Bagus Kahfi bahkan sempat abroad ke luar negeri untuk bergabung dengan klub Belanda, Utrecht.

Sehingga, saat sempat terhalang support itu, pesepak bola kembar itu mampu membuktikan pada ayahnya.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube