BERITA JAMBI – Tanggapi soal aksi tawuran 2 sekolah yang melibatkan sejumlah siswa SMKN 3 dan SMAN 12 Jambi, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Kamaludin Haviz sarankan siswa gabung cabang olahraga bela diri.
Seperti diketahui sebelumnya, kejadian tersebut bermula saat sejumlah siswa SMKN 3, lakukan aksi penyerangan ke SMAN 12 Kota Jambi. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya siswa SMAN 12 yang menjadi korban, sejumlah guru turut lebam saat penyerangan.
Tak ayal, Kamaludin Haviz menyayangkan kejadian tersebut. Bilangnya, sebelum aksi penyerangan pecah, seyogyanya kepala sekolah beserta guru dapat mendeteksi dini.
“Sangat disayangkan, di era teknologi yang canggih ini kejadian tersebut masih terjadi. Dengan kecanggihan android sekarang, seharusnya potensi bentrok bisa dideteksi. Contoh, unggahan status dan grup-grup siswa, itu dipantau. Kita ketahui, remaja itu rentan konflik oleh sosmed,” ungkapnya, Sabtu (26/03/2022).
Sarankan Siswa Masuk Cabor Bela Diri
Sayangkan aksi penyerangan, Kamaludin Haviz menyarankan para siswa yang terlibat, untuk melampiaskan bakat bela dirinya pada cabang olahraga tertentu. Selain bakat tersalurkan, sambungnya, hal tersebut dapat menunjang prestasi dan masa depan siswa ke depannya.
“Sebegitu banyak cabang olahraga bela diri di Jambi, karate, taekwondo, silat, boxing sekalipun. Nah, coba bakat itu disalurkan ke cabang olagraga tadi. Kalau menang kejuaraan, prestasi dan dapat uang. Jelas, pemerintah sangat terbuka bagi pembinaan cabang olahraga bela diri. Kok, malah bentrok begituan ya dikarang.” keluhnya.
Terakhir, Politisi PPP ini menuturkan, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi segera melakukan mediasi antara 2 sekolah tersebut. Sehingga, potensi konflik ke depannya tak terulang kembali.
“Dinas Pendidikan, segera lakukan mediasi dan clearkan masalah ini. Panggil para kepala sekolah, orang tua siswa dan siswanya. Sehingga apa, benang merah masalah ini ditemukan, ke depan antisipasi agar tak terulang,” tegasnya.
(Tr01)
