Pelabuhan Ujung Jabung, Harta Karun Jambi Yang Menantang

BERITA JAMBI – Pelabuhan Ujung Jabung, potensi ekonomi bak harta karun Provinsi Jambi yang kini menanti mimpi. Dari HBA, Zumi Zola dan Fachrori Umar, akankah terkunci pada Al Haris?

Setidaknya tidak mangkrak, pembangunan tetap berjalan 3 tahun terakhir dengan pembebasan lahan. Namun jika dibanding kepemimpinan Hasan Basri Agus (HBA) tentulah menurun dalam pembangunan berkelanjutan.

Pasalnya kala itu, HBA jor-joran membangun Ujung Jabung sebagai potensi ekonomi baru selain Pelabuhan Talang Duku. Juga mengejar program pemerintah pusat yang saat itu mengenjot sektor ekspor.

Donny Iskandar, Kepala BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Provinsi Jambi, menjelaskan sekelumit hal tersebut.

Donny mengakui, beberapa tahun belakangan Provinsi Jambi cenderung terfokus, pada sektor pertanian dan perkebunan. Namun, dari potensi tersebut, hanya mampu melakukan ekspor sebesar 24 persen, melalui pelabuhan dalam daerah.

Sementara sisanya, di ekspor melalui pelabuhan luar Jambi, misalnya Tanjung Priok. Sehingga hal itu, terkesan menyerap biaya operasional yang tinggi.

“Provinsi Jambi, berada di tengah-tengah wilayah raksasa ekonomi baru sumatera. Nah, wilayah itu Provinsi Riau dan Sumsel. Sementara, kita hanya mampu mengekspor 24 persen, melalui pelabuhan dalam daerah. Sisanya, ya melalui pelabuhan lain di luar Jambi. Seharusnya, bisa menambah nilai lebih, kalau kapasitas pelabuhan kompetitif,” jelasnya, Kamis (04/11/2021).

Pria lulusan S3 Manajemen Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menambahkan, merujuk pada potensi hasil alam wilayah Barat Jambi, seyogyanya mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Dengan catatan, jika kegiatan ekspor di maksimalkan melalui akses pelabuhan dalam daerah. Maka, meningkatnya jumlah produksi, akan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan.

Tantangan Ekonomi Baru

Namun, hal itu masih memiliki tantangan tersendiri oleh infrastruktur perairan, yang belum sepenuhnya memadai. Betapa tidak, akses satu-satunya ekspor Jambi masih menggunakan Pelabuhan Talang Duku.

“Kedalaman dan lebar Sungai Batanghari tidak cukup kompetitif, serta tidak mampu menampung banyak kapal besar. Nah, kenapa kemampuan ekspor kita masih di angka 24 persen, sementara hasil alam melimpah. Jawabannya, karena akses kita masih menggunakan pelabuhan Talang Duku, satu-satunya ya,” tambahnya.

Menjawab tantangan tersebut, pihaknya beberapa waktu lalu telah merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Di mana, dalam RPJMD tersebut, salah satunya berbicara tentang pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung, yang berada di Kabupaten Tanjabtim.

“Jawabannya, ada di laut Ujung Jabung. Jelas, itu samudra lepas, mampu dilintasi banyak kapal. Jadi, kita berfokus bagaimana cara meningkatkan penjualannya, bukan pada produksi semata,” tegasnya.

Tak lupa, jika rencana pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung itu dapat direalisasikan, maka infrastruktur jalan menuju pelabuhan juga perlu dibenahi.

Sehingga, dengan berdiri dan beroperasinya pelabuhan tersebut, maka secara tidak langsung bakal mengundang para investor. Dengan catatan, kehadiran para investor tersebut, akan mendongkrak kemampuan menyerap tenaga kerja lokal.

Baca Juga : Kisah Inspirasi Musisi Tunanetra di Jambi Yang Sempat Buka Konser Jamrud

“Ketika kapasitas penjualan meningkat, otomatis produksi bakal menggeliat. Maka, dengan infrastrukur pelabuhan memadai, ekspor secara otomatis juga meningkat. Tentu, dengan sendirinya juga investor yang akan datang sendiri, tanpa diundang.” tutupnya.

Kendati demikian, Ia mengakui hal itu adalah PR berat Pemerintah Provinsi Jambi. Namun, hal itu bisa saja tercapai apabila sinergitas Pemprov, DPRD dan Swasta dapat terjalin dengan baik.

Ujung Jabung Harta Karun Ekonomi Jambi

Provinsi Jambi, terdapat hampar lautan yang berada di wilayah bagian timur. Lantas, akankah potensi tersebut menjadi cikal-bakal ‘Primadona’ perekonomian Sepucuk Jambi Sembilan Lurah?

Provinsi Jambi memiliki luas wilayah 53.435,92 Km2. Dari luasan tersebut, terdapat 3.548.228 jumlah populasi masyarakat Jambi.

Bukan hanya itu, selain negeri yang memiliki sungai terpanjang di Sumatera, alias sungai Batanghari, konon juga memiliki potensi kemaritiman yang menggiurkan.

Betapa tidak, dilansir dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018 terakhir, memiliki luas wilayah perairan sebesar 3.274,95 Km2.

Yang mana, di ketahui potensi wilayah perairan laut tersebut, berada di wilayah Timur Jambi yang melintasi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat. Lantas, akankah potensi kemaritiman tersebut, menjadi cikal bakal primadona perekonomian baru Jambi?

(Ren)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube