JAMBI – Operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akhirnya menciduk 16 nama di 2 lokasi berbeda, Selasa (28/11/17), mengejutkan banyak pihak. Tak terkecuali Fery (35), Manager Rumah Makan Pak Ndut, tempat berlangsungnya Operasi tersebut.
RM Pak Ndut yang berada di kawasan Kebun Jeruk, sudah dipersiapkan sejumlah petugas. Pengintaian bahkan berlangsung selama sekira 4 jam.
Bilang Fery, sekitar pukul 11.00 Wib, beberapa orang yang memesan makanan belakangan diketahui adalah anggota KPK tersebut, sudah berada di warungnya. Petugas menyebar di beberapa titik
“Dua orang ada dimeja 11, satu orang dimeja 9, dan ada juga yang berada di dalam,” ujar Fery ditemui awak media, Rabu (29/11/17).
Dalam penjelasan Fery, dari belasan petugas KPK yang mengintai, hanya satu petugas yang memesan makanan.
“Didepan warung kita juga ada pertugas KPK, jumlah semua sekitar 7-8 orang,” terangnya
Kemudian, masih dikatakan Fery, satu orang berbadan besar, berkacamata (Diduga Supriyono) awalnya datang dan duduk di meja 1 sekitar pukul 13.00 Wib. Kemudian tidak lama, datang kembali satu orang muda berpostur putih, mata sipit, berewok datang di meja 10.
Tidak lama berselang, tamu di meja 1 bergabung dengan meja 10. Sekitar pukul 13.30 Wib datang mobil Agya kuning yang di dalamnya seorang berambut putih, berpostur gemuk. Kedatangan pria yang belakangan diketahui Saifuddin, disambut oleh tamu di meja 10 berbadan besar menggunakan kacamata sambil membuka bagasi belakang mobil ingin memindahkan kantong plastik hitam ke mobil Innova hitam.
Petugas dari warung depan, langsung melakukan penyergapan ketika keduanya memindahkan tas berisikan uang.
“Ini apa plastik hitam ini, kita dari KPK,” bilangnya mengulang ucapan petugas KPK.
Dari penyergapan petugas tersebut, petugas lain langsung menyergap di meja 10 yang ada satu orang muda, mata sipit, berkulit putih dan bergodek yang diketahui bernama Geni Waseso Segoro.
Dimeja itu, petugas langsung menyita alat komunikasi, handphone dan mengeledah meja. Fery bilang, setidaknya 15 Handphone terkumpul.
“Ada satu kantong plastik handphone yang diamankan, baik dari dalam mobil, meja 10, sopir yang duduk didepan warung juga,” paparnya.
Terlihat, petugas juga mengamankan satu mesin hitung uang, dua plastik hitam yang berada di mobil Agya kuning yang akan dipindahkan ke mobil Innova.
Setelah itu, petugas KPK langsung memboyong ketiganya dengan berpencar. Ada arah kanan juga ke arah kiri rumah makan.
“Petugas juga meminjam CCTV warung kita untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Mengecoh
Keberadaan petugas dalam OTT KPK ini, diakui Fery, sangat mengecoh. Baik dari penampilan, maupun sikap dari petugas. Dengan logat jawa, para petugas terlihat seperti para pelanggan umumnya.
“Sangat mengecoh, kita tidak mengetahui awalnya. Tidak ada senjata, tidak ada perlawanan. Warga sekitar juga tidak mengetahuinya,” pungkasnya. (Win)
