Soroti Pemulihan Ekonomi di Muaro Jambi, Dewan: Keramba Ikan Juga Potensial

BERITA MUARO JAMBI – Soroti program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Muaro Jambi, Anggota DPRD Fraksi Partai Amanat Nasional Aidi Hatta sebut keramba ikan juga sektor yang potensial.

Sebagaimana diketahui, beberapa bulan lalu Pemerintah Pusat, canangkan program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN. Guna merealisasikan hal tersebut, tiap-tiap Provinsi di haruskan melakukan refocusing anggaran.

Baca juga : Ketua MPC PP Sarolangun Dilantik Jadi Anggota DPRD Provinsi Jambi

Tak terkecuali bagi Provinsi Jambi, turut melakukan refocusing anggaran kurang lebih sebesar 500 Milliar. Yang mana, sebagian dari dana tersebut akan dipergunakan untuk pemulihan ekonomi, hingga ke tingkatan Kabupaten/Kota.

Hal serupa, juga sedang berjalan  pemulihan ekonomi Nasional di Kabupaten Muaro Jambi. Aidi Hatta menjelaskan, Bumi Sailun Salimbai merupakan Kabupaten penyangga Ibukota Provinsi.

Bilangnya, berbagai jenis kebutuhan masyarakat Kota Jambi, sebagian besar merupakan berasal dari Komoditas Muaro Jambi. Sehingga, potensi terbesar pemulihan ekonomi berada disektor pertanian.

“Bisa dikatakan, sebagian besar masyarakat Muaro Jambi, bergerak di sektor pertanian. Nah, kebutuhan konsumen yang ada di Kota, tentunya produksinya ada di Muaro Jambi. Saya kira, itu adalah potensi besar untuk meningkatkan perekonomian selama 2 tahun Pandemi,” ungkap Aidi Hatta, Senin (26/10/2021).

Keramba Juga Potensial

Disamping itu, dewan yang juga Ketua MPC Pemuda Pancasila Muaro Jambi ini menambahkan, sejauh ini Ia mengamati gebrakan pemberdayaan ekonomi dinilai baik semasa kepemimpinan Masnah Busro.

Tak hanya itu, untuk sektor perikanan juga menjadi potensi pemulihan ekonomi di Kabupaten Muaro Jambi. Betapa tidak, terdapat 2 wilayah pemasok ikan terbesar, yang disumbang oleh para petani keramba.

“Jadi, ada 2 tempat sektor perikanan terbesar. Diantaranya, kecamatan Jaluko sistem keramba dan didaerah Kumpeh sistemnya kolam. Nah, kedua tempat itu merupakan penunjang kebutuhan ikan dalam kabupaten. Bahkan juga, hingga ke Kota Jambi, dan luar daerah lainnya.” tutupnya.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Tak tanggung-tanggung, dari data yang dihimpun, pada 2019 lalu Kecamatan Jaluko mampu menghasilkan sebanyak 4.100 Ton ikan nila.

Yang mana, dalam periode 6 enam bulan panen, untuk satu keramba mampu menghasilkan antara 500 hingga 700 Kilogram ikan. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033