Gegara Hal Ini, Oknum di RS Raden Mattaher Sebut ‘Tai’ ke Relawan PMI

JAMBI – Perdebatan oknum pekerja di RS Raden Mattaher dan relawan PMI, Senin (26/7/2021) viral. Parahnya, oknum tersebut memaki dan menyebut ‘Tai’ ke relawan PMI.

Beberapa hal lain membuat suasana makin panas. Mulai dari pernyataan oknum yang menyebut tak ada kerja sama PMI dan RSUD Raden Mattaher. Hingga kemudian makian, yang tak pantas terucap.

Hal ini bermula, kala relawan mencari darah di RSUD Raden Mattaher Jambi. Kemudian Ia meminta surat dari petugas, karena stok darah kosong di Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) Raden Mattaher.

“Kau tanyo dulu ke Bank Darah. Dak ado, dio (Bank Darah,red) baru ngasih surat rujukan ke PMI,” bilang oknum petugas RS Raden Mattaher itu.

“Ya itu yang saya minta. Kayak mana tidak ada stok disini, kayak mana solusinya. Kami sudah pening nyari darah,” jawabnya.

“Kau ngegas pulo, ‘tai’ kau ni,” sebutnya.

Penjelasan alur permintaan darah itu pun, membuat suasana panas. Petugas tak mau minta maaf dan masih ngotot menjelaskan alur.

Kebutuhan darah mendesak saat pandemi ini, perlu tindakan cepat dari pemerintah. Bagaimana pengelolaan, penyaluran dan stok darah.

Ketua Bidang Yankes, PMI Kota Jambi, Karyadi menyayangkan kejadian tersebut. Ada 17 rumah sakit termasuk RS Raden Mattaher sebagai bagian PMI menyalurkan darah.

“Rumah sakit Raden Mattaher tidak boleh begitu. Khususnya UTDRS,” katanya.

Menurutnya, ini timbul karena RSU Raden Mattaher membangun UTDRS di sebelah rumah sakit, tepatnya di sebelah PMI.

Baca Juga : Minta Keringanan Tahanan, Polisi Tolak Permohonan Oknum Satpol PP Gowa 

Dalam sejarah RM dan PMI, ternyata ada persoalan pembayaran. Tak tanggung-tanggung, ada pembayaran Rp 2 Milyar dan terancam ke ranah hukum.

“Hampir dilaporkan ke pihak terkait. Akhirnya dibayar,” katanya.

Pembangunan UTDRS Raden Mattaher

Namun sayangnya, kala pembayaran itu RS Raden Mattaher malah membangun UTDRS. Hal ini memicu kontroversi.

“Ini seperti ngopi di warung kita, ngutang. Terus dia malah bangun warung kopi di samping warung kita,” ungkap

Persoalan pun timbul. Hal ini lantaran RS Raden Mattaher tak memiliki kader KSR, kader PMR maupun para relawan pendonor darah.

Kondisi ini, berdampak pada kebutuhan darah baik pada rumah sakit, maupun pasien. Terlebih pandemi Covid-19, kebutuhan dan ketersediaan darah sangat penting.

“Karena itu, dalam kesempatan ini saya menyampaikan kepada gubernur untuk menindak oknum tersebut. Ini mencoreng, apalagi pandemi seperti ini pendonor susah,” tegasnya

(Red)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page