Pertemuan Sempat Panas, PT Prosympac Agro Lestari Disebut Musibah

MUARO JAMBI – Menindaklanjuti gejolak warga dengan PT Prosympac Agro Lestari, Selasa (31/10) sore digelar rembuk perangkat desa. Direktur PT PAL, turut hadir langsung.

Pertemuan warga Desa Sido Mukti, Desa Petaling, Mingkung, Sumber Agung dan desa sekitar bersama pemilik perusahaan. Pertemuan berakhir dengan komitmen ulang perusahaan, meski sempat berlangsung panas.

Pantauan awak media, tuntutan demi tuntutan di sampaikan warga melalui BPD, Sekdes Sido Mukti, KUD hingga Kades. Tak ketinggalan, tokoh masyarakat turut menyuarakan aspirasi dalam pertemuan yang di hadiri Kapolpos Sungai Gelam, Babinsa TNI serta anggota DPRD Muaro Jambi, Fathuri Rahman.

PT Prosympac Agro Lestari di nilai lamban dan abai dengan komitmen. Baik dari janji perbaikan, pelebaran jalan hingga soal tenaga kerja di beberkan dalam pertemuan. Belum lagi, komitmen keberadaan perusahaan sebagai mitra bersama masyarakat.

“Perusahaan berdiri itu, mencari keuntungan. Karena berdiri ditengah masyarakat, keuntungan tidak bersifat mutlak,” buka Kuncoro Mukti, Sekdes Sido Mukti.

Untuk itu, sambung Kuncoro, perusahaan harus Komit dengan yang dijalankan. Mana yang jadi permintaan warga, misalkan jalan, perusahaan cepat menanggapi.

“Ini, nutup dulu, baru bereaksi. Kalau begini terus, seolah olah masyarakat ini lawan,” bebernya.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Sido Mukti juga menyuarakan soal jalan poros. Pasalnya, saat ini perusahaan masih mengunakan jalan lingkungan. Selain kerusakan jalan, lalu lintas angkutan di nilai menganggu kenyamanan warga.

Baca Juga : Bayar Rp 400 Juta Saja, Dicicil 6 Kali Bayar, PT PAL Hutang Rp 11,8 Milyar

“Sekarang masih dipakai jalan poros, sampai di bangun jalan produksi, di buatlah masyarakat nyaman,” sebut Subroto, Ketua BPD.

PT Prosympac Agro Lestari Musibah?

Aspirasi demi aspirasi, di sampaikan. Sejumlah perwakilan, sempat bernada tinggi dalam bersuara. Terlebih soal pengunaan jalan.

“Perusahaan memang berkah. Tapi musibah bagi masyarakat,” sebut warga dengan lantang.

Direktur Utama, Wendy Haryanto mengaku belum bisa memenuhi pembangunan jalan produksi. Namun 2018 mendatang, PT PAL

Sementara Direktur Utama PT PAL, Wendy Haryanto berjanji untuk memenuhi tuntutan dan komitmen. Terkait jalan produksi, rupanya PT PAL sudah menyiapkan. Di ungkapkan Wendy, pihaknya sudah menyurvei jalan produksi tersebut. Hanya saja, perusahaan meminta waktu.

“Kalau 2017, tinggal beberapa bulan lagi. Kita siapkan 2018. Ini sudah kita survey dan anggarkan di 2018. Kita butuh waktu,” ungkapnya. (Win/Tr01)