HUKRIM – Entah apa yang merasuki pria ini, hingga tega berbuat nekat pada juniornya. Di mana, seorang santri Yatim Piatu di Ponpes digebuki 4 orang Seniornya hingga tewas, hanya karena persoalan uang Rp. 100 ribu.
Betapa tidak, santri ponpes yang bersatatus yatim piatu ini mencuri uang pelaku, hingga di gebuki oleh 4 seniornya tersebut hingga tewas. Bocah malang itu di tendang dan di pukul, sampai akhirnya muntah darah.
Baca juga : Rumah Tak Diurus Istri Asyik Main HP, Wanita Ini Diceraikan Suami
Sebelumnya, Polres Ponorogo akhirnya mengungkap motif dan peran empat pelaku pengeroyokan santri pondok pesantren hingga tewas. Para pelaku sendiri merupakan senior korban, di pondok pesantren (Ponpes).
Salah satu pelaku MN (18), merupakan senior dari korban mengaku menyesal karena secara spontan memukuli juniornya, usai dia mengaku mencuri uang Rp. 100 ribu milik temannya.
“Karena mencuri ya di hukum,” kata MN, Sabtu (26/6/2021).
Ia mengaku, hukuman sering di berikan kepada santri yang kedapatan melakukan perbuatan tercela. Tidak hanya itu, ia menuturkan hal seperti itu sudah biasa di lakukan di ponpes.
Inisiatif Para Santri
Namun, perlakuan tersebut menurutnya atas dasar inisiatif dari para santri.
“Kalau mencuri memang selalu di hukum seperti itu,” tutur MN, melansir Suara.com.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Hendi Septiadi menerangkan, jika korban M (15) yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumsel baru belajar tiga minggu di Ponpes.
Korban merupakan anak yatim piatu, yang ingin menimba ilmu agama di ponpes tersebut.
“Saya analisa korban ini mencuri, karena kurangnya bekal juga. Apalagi anak ini yatim piatu dan di asuh oleh walinya,” terang Hendi.
Berita lain : Kisah Pilu Tukang Urut di Jambi, Uang dan Motor Hingga Anak Perempuannya Di bawa Kabur
Hendi menambahkan, saat keempat pelaku yakni MN (18), YA (15), AMR (15), AM (AM) melakukan pengeroyokan dengan cara menendang. Bahkan memukul kepala dan badan korban, secara bergantian.
Hingga akhirnya, korban tidak sadarkan diri dan mengalami muntah darah. “Keempatnya mengeroyok dengan tangan kosong,” pungkas Hendi.
Sumber : Suara.com
