Bikin Desa Wisata di 2 Kabupaten, Berikut Profil Bumi Shelter 7

BERITA BISNIS –  Dari satu hobi, pemahaman, prinsip untuk lingkungan, terciptalah Yayasan Bumi Shelter 7 yang bertujuan untuk mengembangkan wisata alam, terutama di Jambi.

Terbentuk di akta Notaris pada tahun 2018, yang  bergerak di bidang wisata, sosial dan lingkungan. Bumi Shelter 7 telah berhasil menggarap beberapa wisata di Jambi.

Yose Hendra, sebagai Direktur utama, mengungkapkan maksud dari nama Bumi Shelter 7.

“Ini yayasan ya, lebih kelingkungan sebenarnya. Arti dari nama tersebut adalah tempat rumah lingkungan, itu sekalian mottonya. Kalo angka 7 itu, nama dari shalternya,” ungkapnya pada Dinamikajambi.com, Sabtu (06/02/2021).

Selanjutnya, Ia juga menyampaikan tentang tujuan dari di bentuknya yayasan tersebut.

Baca Juga : Demi Cintanya Dengan Alam, Pria Asal Kerinci Ini Rela Tinggalkan Kuliahnya

“Untuk mendampingi masyarakat dalam mengembangkan wisatanya, pendampingan serta pemberdayaan hingga selesai, dan menimbulkan kreatifitas dari masyarakat setempat,” ujarnya.

Kemudian, tempat wisata yang telah di garap oleh Bumi Shelter 7 ini ada di daerah Muara Emat Kerinci dan Sungai Napal di Desa Muhajirin.

“Kita pernah, mendampingi di Muara Emat Kerinci. Membentuk kelompok wisata ada masyarakat dan kelembagaan serta menunjang objek wisata yang ada di situ. Dan untuk Sungai Napal, kita baru akan mulai bergerak,” jelasnya.

Baca Juga : Kunjungi Sungai Napal Desa Muhajirin, Bupati Apresiasi Upaya Warga

Selama dua tahun bergerak, Yayasan ini telah berhasil menggarap Wisata Muara Emat di Kerinci, yaitu Arung jeram.

“Di Kerinci belum ada wisata air, biasanya terfokus ke gunung dan danau. Kebetulan di situ potensi sungainya bagus, jadi kita kembangkan,” bilang pria yang akrab di panggil Cua ini.

Sementara itu, Ia juga menyampaikan proses dalam mengembangkan wisata.

“Kita koordinasi ke desa, dan mereka meminta kita mendampingi untuk bisa membuka wisata. Yang nanti outboundnya adalah, desa wisata berbasis lingkungan,” tuturnya.

Terfokus Wisata Air

Selama masa pandemi Covid-19, yayasan itu lebih terfokus pada wisata air. Terkait hal ini, Cua bilang wisata air tetap berjalan lantaran resiko rendah.

“Kita kan orang Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) ni, ada punya dokter di sini, katanya tingkat resiko penyebaran Covid di air itu rendah makanya wisata air tetap buka,” tukasnya.

Baca Juga : Sempat Ditutup, Tapi Pengunjung Sungai Napal Desa Muhajirin Tak Terbendung

Nah, setelah berhasil mengembangkan wisata-wisata tersebut, Bumi Shelter 7 ini pun mulai di datangi undangan dari daerah yang ingin di kembangkan juga olehnya.

“Nanti ada program kita di Batanghari, untuk cagar budaya, kita di minta untuk mengembangkannya sama petinggi di sana,” tutupnya.

Apresiasi Bupati Masnah

Sebelumnya, Bupati Muaro Jambi, Hj Masnah Busro apresiasi destinasi wisata Sungai Napal garapan Bumi Selter 7. Ia mendengar langsung upaya pengembangan Sungai Napal dari pengelola dan perangkat Desa Muhajirin. Bupati jalan kaki ke lokasi dan hadir langsung di tengah pengunjung.

“Ini sangat bagus sekali. Adanya wisata, akan mendorong tumbuhnya ekonomi warga,” ungkap Masnah.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page