BERITA NASIONAL – Seperti di ketahui, 5 terduga teroris di tangkap oleh pasukan Densus 88 pada Rabu, 20 Januari 2021. Selain itu, salah satu dari terduga yang ditangkap oleh Densus 88 merupakan PNS Pemkab Setempat.
Sementara itu, PNS yang ditangkap terduga teroris oleh Densus 88 ini, berinisial SJ alias AF (40).
Terungkap, bahwa AF merupakan salah satu PNS di Pemkab Aceh Timur.
Baca juga : Terbukti Serobot Lahan Pesantren, Tajri Minta Pembangunan Perumahan di Jaluko Dihentikan
Melansir dari Suara.com, Hal itu di ungkapkan oleh Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy saat di konfirmasi, Senin (25/1/2021).
Menurut Winardy kekinian tim Densus 88 Polri masih berkoordinasi untuk memastikan dinas tempat yang bersangkutan bekerja.
“(ASN) Pemkab Aceh Timur, kalau dinas mana masih kita koordinasikan dengan Densus,” kata Winardy.
Densus 88 Antiteror Polri sebelumnya menangkap lima orang terduga teroris di wilayah Aceh. Mereka masing-masing berinisial RA (41), SA alias S (30), UM alias AZ alias TA (35), SJ alias AF (40) dan MY (46).
Penangkapan terhadap kelima terduga teroris itu di lakukan di empat lokasi berbeda pada Rabu (20/1) dan Kamis (21/1) pekan lalu.
“Kelimanya di duga terlibat dalam jaringan bom Polrestabes Medan, dan juga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang di tangkap di wilayah Riau,” kata Winardy, dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/1).
Polri Mengamankan Barang Bukti
Selain mengamankan kelima terduga teroris, Densus 88 Antiteror Polri turut mengamankan sejumlah barang bukti.
Beberapa barang bukti yang di amankan di antaranya; bahan pembuat bom, yakni 1 kilogram Pupuk Kalium Nitrat, 250 gram The Organic Stop Actived Charcoal (Bubuk Arang Aktif), 1 botol (2000 pcs) peluru gotri silver cosmos 6 mm, beberapa potongan pipa besi sebagai alat pembuatan dan isi Bom.
Selain barang bukti tersebut, Polri juga mengamankan sejumlah dokumen terkait tindakan terorisme. Dokumen yang di amankan di antaranya : buku catatan sebagai penyampaian pesan yang berisi ancaman terhadap TNI/Polri, pemerintah pusat dan pemerintah Aceh.
“Paspor-paspor milik terduga teroris juga di temukan untuk melaksanakan Hijrah ke Khurasan, Afghanistan. Beberapa buku kajian ISIS dan tauhid serta compact disk dan flasdisk,” ungkap Winardy.
“Termasuk alat-alat di gunakan dalam proses idad (latihan fisik persiapan aksi teror) berupa samsak tinju. Besi dan busur panah, beberapa barbel besi,” imbuhnya.
Sumber : Suara.com
