Terkait pembangunan perumahan berbahan Kayu di Desa Sungai Bertam, Kecamatan Jaluko yang di duga serobot lahan pesantren tuai perhatian publik di Jambi. Khususnya, orang-orang yang pernah tinggal dan mengabdi di pondok pesantren.

Terbukti Serobot Lahan Pesantren, Tajri Minta Pembangunan Perumahan di Jaluko Dihentikan

Berita Bisnis Berita Jambi Berita Viral

BERITA JAMBI – Terkait pembangunan perumahan berbahan Kayu di Desa Sungai Bertam, Kecamatan Jaluko yang di duga serobot lahan pesantren tuai perhatian publik di Jambi. Khususnya, orang-orang yang pernah tinggal dan mengabdi di pondok pesantren.

Salah satunya, Tajri Dannur Alumni Pondok Pesantren Darussalam Lampung yang merupakan warga jambi.

Sebelumnya di ketahui, perumahan yang baru di bangun sekitar hampir 2 minggu ini, kabarnya juga belum mengantongi izin secara lengkap. Hal ini pun turut di benarkan Arif, sang Marketing Jalan Emas Persada PT yang mengerjakan perumahan tersebut.

Baca juga : Alamak, Perumahan di Jaluko Diduga Serobot Lahan Pondok Pesantren?

“Sekarang sudah masuk perizinan Minggu kemarin, lagi proses saat ini,” bebernya.

Menurutnya, izin perumahan ini tidak bisa langsung jadi begitu saja. Harus ada proses bertahap dari BPN, PTSP, Dinas Perkim, DLH dan sebagainya.

“Masyarakat setuju sebelumnya sudah di sosialisasikan oleh Kepala Desa,” terangnya.

Perumahan Jaluko Serobot Pesantren?

Ia juga menceritakan, bahwa lahan perumahan tersebut tadinya milik Kepala Desa Sungai Bertam, Muhammad Gulam.

“Tanah asalnya adalah milik Kades, seluas 13 hektar, yang berbatasan dengan pondok pesantren,” pungkasnya.

Terkait hal itu, benarkah lahan perumahan serobot tanah pondok pesantren? Informasi yang di himpun, sekira 1 hektar lahan pesantren di serobot. Benarkah? Mengenai hal ini, Arif enggan berkomentar banyak.

Bilangnya, apapun yang menyangkut soal perumahan tersebut sudah menjadi tanggung jawab kades selaku pemilik tanah yang mereka beli.

“Kalau ada apa apa Kades tu lah yang nyelesain, kami terima bersih,” imbuhnya.

Sementara itu, saat di konfirmasi langsung ke Kepala Desa Bertam, Muhammad Gulam malah mengamuk di rumahnya.

Bahkan, sejak di singgung soal lahan yang di duga serobot lahan pesantren itu Ia di buat berang. Bukannya memberi keterangan, sang Kades malah mengamuk dan marah-marah pada wartawan ini.

“Eh bapak kamu, kamu jangan model itu. Kamu tau dak, orang ni belum selesai. Betul, tapi bukan masalah tanah. Sok sok an, kamu mempertanyakan soal itu,” sebutnya sambil marah-marah.

Sayangkan, Jika Hal Itu Benar Terjadi

Menanggapi persoalan tersebut, Pria yang akrab di sapa Om Memet ini sangat menyayangkan, jika memang pembangunan perumahan itu sampai menyerobot lahan pesantren.

Menurutnya, pesantren adalah wadah bagi anak-anak untuk menimba ilmu agama, yang tentunya akan mengajarkan jiwa keislaman dalam diri generasi muda.

“Kalau lahannya di serebot, bagaimana pondok pesantren itu maju. Padahal, itu kan nantinya bakal menjadi dan menambah wadah untuk anak-anak kita menimba ilmu agama. Kalau begitu kan kasian. Jangan karena kita punya uang, dan jabatan bisa seenaknya berbuat demikian,” ujarnya pada Dinamikajambi.com, Minggu (24/01/2021).

Untuk itu, Ia menegaskan, jika memang terbukti pembangunan perumahan ini serobot lahan pesantren, maka Ia akan turun ke jalanan dan meminta pihak terkait menghentikan pembangunan tersebut.

“Kalau memang terbukti, maka saya dan kawan akan turun ke jalan dan minta pembangunan ini di hentikan. Ini sudah tidak benar, kalau emang sampai terjadi lahan itu di serobot,” tegasnya.

Bukan Cuma itu saja, Tajri juga minta pada pihak perumahan untuk menghentikan kegiatan pembangunan sementara, sebelum persoalan tersebut selesai dan legalitas lahannya dapat di buktikan secara hukum.

“Pihak perumahan juga jangan asal bangun saja dong, cari tahu dulu kepastian legalitas lahannya. Kalau emang terbukti serobot lahan pesantren, kan bisa berpolemik nantinya,” terangnya.

Lihat juga video : Jual iPhone Murah di Jambi, di amankan Polresta Jambi

Selaras dengan itu, pria yang juga merupakan Pengurus Ikatan Keluarga Pondok Pesantren di Jambi ini minta kepada Bupati Muaro Jambi tidak mengeluarkan izin, jika memang bermasalah.

“Kami juga minta kepada bupati, kalau memang menyerobut tanah pesantren, untuk tidak mengeluarkan izinnya,” tegasnya. (Nrs)