SENGETI – Kekurangan tenaga dokter hewan masih dialami Kabupaten Muaro Jambi. Hingga saat ini, Dinas Perkebunan dan Peternakan Muaro Jambi hanya memiliki 4 orang Tenaga Dokter Hewan.
Persoalan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang, Perlindungan Perkebunan dan Perternakan Kabupaten Muaro Jambi, Ahmad Syukri pada awak media. Dia menyebutkan, pihaknya sangat kekurangan tenaga kesehatan hewan.
“Saat ini, kita hanya punya 4 orang, satu PNS dikantor, sisanya baru dilapangan, jadi kami agak kerepotan saat ada kegiatan dilapangan. Apalagi sifatnya mendadak,” sebutnya.
Menurut Ahmad Sukri, melihat kondisi Luas wilayah Kabupaten Muaro Jambi yang memiliki sebelas kecamatan, paling tidak harus memiliki satu orang dokter hewan, perkecamatan.
“Jadi, kerja bisa lebih efektif dan cepat. Misalnya ada laporan masyarakat terkait penyakit hewan di Bahar sana, gak perlu tim dokter Hewan di Sekernan ke sana,” tuturnya.
Baca Juga : Lebih Menjanjikan, Peternakan Sapi Lebih Menguntungkan Dibanding Karet
Baca Juga : Kasus Kematian Ternak Itik, Tim Datangi Pemilik
Sementara itu, Wakil Bupati Muarojambi, Bambang Bayu Suseno, saat dikonfirmasi Kamis (7/9) menyebutkan ini akan jadi perhatiannya.
“Saya dan bu Masnah kan baru menjabat beberapa bulan, banyak PR yang harus diselesaikan, kedepan kita akan bahas terkait hal tersebut,” sebut Bambang.
Baca Juga : Lampaui Target, 17.644 Ribu Mahasiswa dan Dokter Spesial Terima Beasiswa
Lihat Juga : Detik-detik Kebakaran di Kota Jambi
Menurut Wabup, ketersediaan Tenaga Kesehatan Hewan sangat penting. Khususnya untuk Kabupaten Muaro Jambi, karena bidang peternakan merupakan satu diantara pendapatan masyarakat.
“Masyarakat Muaro Jambi kan, banyak yang berpenghasilan dari usaha ternak, jadi ini butuh perhatian yang serius,” tuturnya. (Din)
