JAMBI – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 ini, ada 9 hal baru yang dilakukan KPU saat pungutan suara. Salah Satunya, yakni masyarakat pemilih, wajib Pakai sarung tangan.
Hal ini disampaikan oleh Aprizal, anggota KPU Provinsi Jambi saat ditemui Dinamikajambi.com, Kamis (01/10/0/2020).
Baca juga : Pemkot Sungai Penuh Terima Kunjungan BKKBN Jambi
Apnizal mengatakan, bahwa saat ini tahapan Pilkada serentak tahun 2020 di Provinsi Jambi, sudah memasuki tahap pelaksanaan yang akan digelar tanggal 9 Desember nanti.
“Tanggal 26 ini nanti, kita masuk masa kampanye kurang lebih 71 hari. Dimana nanti akam berakhir pada 5 Desember 2020,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, pada masa kampanye nanti kegiatan tatap muka hanya boleh dilakukan dalam gedung, dengan kapasitas peserta tidak lebih dari orang.
“Itu pun harus mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas, dan meminta STTP dari Kepolisian.” Terangnya.
Kalau untuk kampanye rapat umum, seperti seni musik, tari, olahraga dan lain-lainya itu tidak diperbolehkan, kecuali secara daring.
“Pesan ini sesuai PKPU Nomor 13 tahun 2020,” tambahnya.
Selain itu, Mulai tanggal 1 Oktober hingga tanggal 23 November 2020 nanti, KPU di Provinsi mulai melakukan rekrutmen KPPS di Kabupaten/kota.
“Proses rekrutmen ini, diadakan di desa masing-masing. Yang kita rekrut 8232 TPS, yang berada di Provinsi Jambi. Masing-masing berjumlah 7 orang petugas KPPS, dan 2 orang petugas ketertiban. Jadi jumlah keseluruhannya 74000 orang,” jelasnya.
Untuk Pungutan Suara
Sementara itu, untuk pungutan suara sama seperti biasanya yakni langsung nyoblos di TPS. Hanya saja ada 9 hal baru yang dilakukan oleh KPU.
“Salah satunya pembatasan jumlah pemilih dari 800 menjadi 500, melakukan raid test untuk seluruh petugas KPPS, melakukan kebersihan lingkungan, pengecekan suhu, dan melakukan sterilisasi terhadap alat yang digunakan.” Paparnya.
Tak hanya itu saja, setiap masyarakat yang mau nyoblos, itu wajib pakai sarung tangan yang sudah disediakan oleh KPU, di masing-masing TPS.
“Polanya sama hanya saja nanti, setiap pemilih kita berikan sarung tangan. Jika mereka tidak memakai masker, itu kita berikan masker nantinya.” Bilangnya.
Lihat juga video : Klik Disini
Selanjutnya, paku yang digunakan oleh peserta saat menyoblos, akan disterilkan dengan dicelupkan dengan cairan Disinfektan.
“Sedangkan untuk tinta, itu tidak dicelup tetapi nantinya akan kita teteskan di kuku.” Tukasnya. (Tr06)
