SAROLANGUN – Warga membakar ban bekas dan menutup jalan lintas di Karang Mendapo, Jumat (29/05/2020). Sodikin dan bayinya, tertahan aksi blokir jalan di Karmen.
Sudah 1 jam lebih, Ahmad Sodikin dan istri menunggu akibat aksi penutupan jalan Sarolangun-Jambi itu.
Ia begitu gelisah, lantaran tengah membawa bayi berusia 1 tahun. Apalagi, ditengah pandemi Covid-19.
“Kami tidak bisa bergerak. Antrian sudah 2 Km. Masalahnya, kami bawa anak kecil tengah malam ini,” ungkapnya saat dihubungi Dinamikajambi.com
Pentolan LPPNRI Sarolangun itu sedianya dalam perjalanan pulang dari arah Jambi menuju ke Sarolangun. Ia dan puluhan penguna jalan, tertahan.
“Dibelakang kami, ada juga kendaraan yang bawa anak. Kami mohon, pada para pihak terkait untuk segera turun tangan,” pintanya.
Baca Juga : Surat Kades di Gresik, Nyaris Bentrok Ribuan Warga
Tertahan blokir jalan di Karmen ini, dikatakan Sodikin juga menahan bayi usia 3 tahun pada kendaraan lain.
Hingga Sabtu 30 Mei 2020 sekitar pukul 00.30 Wib, atau sekitar 3 jam lebih aksi masih berlangsung.
1 unit fuso besar, terlihat melintang jalan. Posisi mobil angkutan berplat kuning itu, menutupi seluruh badan jalan.
“Kami minta, Kapolres, Kapolda, turunlah. Bagaimana pun caranya. Jangan diam seperti ini. Kami masyarakat, jadi korban,” harapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, awak media belum mendapatkan tanggapan dari pihak terkait.
(Red)
Baca Juga : Oknum TNI dan Pelakor Habisi Istrinya, Mertua Cari Sisa Tubuh
Baca Juga : Tak Nafsu Dengan Suami, IRT Ditangkap Dengan 2 Pria
