JAMBI – Berbagai bantuan yang dianggarkan oleh Pemerintah, untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di Provinsi Jambi, tampaknya menjadi Polemik di Kabupaten Merangin.
Bagaimana tidak, bantuan tersebut dinilai tak merata, dan pendataan calon penerimaannya tidak transparan dan mementingkan logika masing-masing, tanpa melihat realita setiap warganya.
Baca juga : Pemprov Gelontorkan Bantuan 600 Ribu/KK, Merangin Terbanyak
Seperti yang terjadi di Desa Limbur Merangin, dan Desa Simpang Limbur Merangin.
Tidak sedikit warga di dua desa tersebut mengeluh, dan protes karena tidak kebagian bantuan apa-apa dari pemerintah.
Padahal, diketahui sumber bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah tidak sedikit. Baik itu bantuan dari anggaran APBN, maupun APBD. Salah satunya, yakni bantuan PKH, BLT dan sebagainya.
Tak ayal, tidak sedikit masyarakat di dua desa tersebut yang mengeluh, karena tidak mendapatkan bantuan tersebut. Baik bantuan PKH, maupun BLT dari dana Desa.
Viral di Medsos
Bahkan, sikap ketidakpuasan masyarakat ini pun merembes ke media sosial, sehingga menjadi topik terhangat ditengah pendemi Covid-19 saat ini.
Salah satu contohnya yakni, komentar Warganet dalam postingan salah satu akun Facebook @TiaraWulandari, yang memposting sebuah foto yang memperlihatkan momen pembagian bantuan Covid-19 di Desa Simpang Limbur, kepada masyarakat yang terdampak.
Dimana dalam keterangan postingan, akun FB tersebut mengatakan bahwa proses pembagian bantuan Covid-19, bagi masyarakat terdampak berjalan sukses.
“Alhamdulillah pembagian bantuan Corona di Desa Simpang Limbur Merangin berjalan lancar,” tulis akun tersebut dalam postingannya.
Melihat postingan itu, para warga Desa Simpang Limbur dan Limbur Merangin, langsung memberikan berbagai komentar.
Warga Pun Mengeluh
Mereka menunjukkan sikap protesnya karena pembagian bantuan tersebut, dinilai tidak objektif dan tumpang pilih.
Ditulis oleh akun FB @Adis Tia yang menyebut bahwa pembagian itu lancar bagi yang dapat saja, tidak untuk mereka yang dapat.
Akun itu menyayangkan pembagian bantuan tersebut, tidak merata. Karena orang tuanya yang saat ini buta, malah tidak dapat. Sementara ia melihat, warga yang diberikan malah kondisinya lebih baik dari orangtuanya.
“Wk no dk Pulo bak wk Buto dk nyo napey KH,” tulisnya di kolom komentar menggunakan bahasa daerahnya.
Hal yang serupa juga disampaikan oleh aku FB @Nabila Deepika. Dirinya protes karena ibunya tidak dapat, padahal ibunya tersebut adalah seorang janda yang sudah usia lanjut.
Tentu hal tersebut, menjadi pertanyaan besar baginya. Karena selain udah tua, orangtuanya juga sudah lanjut usia. Lalu kok tidak menerima bantuan tersebut ?
“Jangan kan Wak Mak wk jando tuo dkdo dapek go kuh…” Tulisnya menggunakan bahasa daerah Limbur Merangin.
Tak hanya itu, akun FB @Linda Toni juga memberikan komentar yang sama. Dimana orangtuanya yang berstatus janda, dan usia lanjut juga tidak pernah menerima bantuan apapun, selama Pandemi Covid-19 ini.
Jangankan bantuan PKH, bantuan sosial lainnya pun juga tidak pernah diterima. Tak ayal ia pun sangat kecewa, dengan pembagian bantuan BLT tersebut.
“Mak Wak Bae jando dak Ado napeh, katanya di kolom komentar menggunakan bahasa daerah Limbur Merangin.
Hingga saat ini postingan yang diunggah pada tanggal 12 Mei 2020 tersebut, terus viral di media sosial Facebook. Bahkan sudah menuai 119 suka, dan 50 lebih komentar.
Untuk diketahui, baru-baru Pemerintah Provinsi Jambi juga sudah menggelontorkan sebanyak 600 per kk, untuk 30 ribu lebih masyarakat di 11 kabupaten di Provinsi Jambi.
Lihat juga video : Anggaran Awal Penanganan Covid-19, Ini Penjelasan Pj Sekda Provinsi Jambi
Bahkan, dari 30 ribu lebih calon penerima bantuan tersebut, Kabupaten Merangin adalah Penerima paling banyak, dengan jumlah 3.633 rumah tangga.
Lalu, mengapa banyak warga di Kabupaten Merangin yang mengeluh, dan protes karena tidak menerima bantuan tersebut. Ada apa ?
(Nrs)
