KOTA JAMBI -Pembangunan Tugu Keris Siginjai semakin hari semakin menuai pro dan kontra dari kalangan masyarakat Kota Jambi, pasalnya pembangunan yang menelan anggaran sebesar Rp. 3,5 milyar dinilai tanpa melalui pengkajian yang sepatutnya dilakukan.
Perencanaan yang tidak melalui uji publik tersebut, mendapatkan penolakan keras dari kalangan masyarakat, tokoh adat, aktivis, mahasiswa.
Dikatakan salah satu aktivis Jambi Ansori Hasan Sabtu (22/7) kepada dinamikajambi.com, dirinya sangat menyayangkan atas keinginan Pemerintah Kota Jambi untuk membongkar tugu Jam Kotabaru yang merupakan peninggalan mantan Gubernur Jambi Maschun Sofwan SH.
Berita Terkait : Warga Ini Usulkan Lokalisasi Payo Sigadung Tempat Pembangunan Tugu Keris. Alasannya Bikin Geleng Kepala..
Lanjutnya, aset yang diresmikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Gubernur terdahulu, harus tidak semudah itu untuk di robah maupun di hilangkan.
“Saat ini Pemerintah Kota telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi ataukan belum, ini kan menjadi pertanyaan,”ujarnya.
Hasil pantauan dinamikajambi.com di seputaran lokasi tugu jam Kotabaru, sejumlah masyarakat dan mahasiswa telah memasang sepanduk yang bertuliskan “Proyek ini di hentikan” dan terdapat prasasti peresmian tugu monas yang menunjukkan milik pemerintah Provinsi Jambi.
Berita Sebelumnya : Usai Gubernur Angkat Bicara, Kali Ini Mantan Bupati Kritik Keras Dihancurkannya Tugu Monas
Tambahnya Ansori yang biasa disapa Aan Sonex, Ia mendukung keinginan pemerintah untuk membangun Tugu Keris tersebut. Namun Ia menyarankan Pemerintah Kota untuk mencari lokasi lain untuk menambah Icon Kota, bukan merubah yang sudah ada. (One)
