SAROLANGUN – Sejak mengenal jejaring sosial, dan smartphone yang saat ini fiturnya makin canggih, membuat Bupati Sarolangun H. Cek Endra jarang baca koran.
Hal ini juga didasari dengan perkembangan Smartphone, yang banyak inovasi dan transformasi dari pada media komunikasi.
Baca juga : Pasien Positif COVID-19 di Jambi Bertambah, 3 Asal Tanjabbar dan 1 Kota
Dimana bersama berjalannya waktu telepon genggam, yang sering digunakan sudah berinovasi menjadi telephone pintar “smartphone”.
Masyarakat kini beramai –ramai menggunakan berbagai jenis Smartphone, khususnya Android seturut dengan kemampuan, motivasi, keinginan.
Serta kebutuhan masyarakat, terhadap kegunaan dari pada media tersebut.
Selain dari itu Smartphone juga dapat digunakan untuk mendapat informasi, tentang persoalan dinamika kehidupan dan perkembangan zaman, baik dunia luar maupun daerah.
Apalagi untuk membaca suatu berita, yang dipublikasikan kepada publik.
Seperti yang disampaikan Bupati Sarolangun ini, bahwa semenjak ada media online, yang bisa dibuka langsung melalui Smartphone, ia jarang lagi baca koran.
“Sejak adanya media online ini saya jarang sekali membaca Koran, karena Smartphone menjadi kebutuhan masyarakat untuk mendapat informasi.
Bilangnya, media online ini tidak hanya dibaca masyarakat sarolangun, bahkan seindonesia bisa membacanya.
Lintas pemikiran orang membaca kata CE, maka para jurnalis wajib meningkatkan kwalitas penulisan, dalam menyajikan pemberitaan yang akurat dan tidak hoax.
“Saya sangat mendukung, jika ada pelatihan peningkatan kwalitas itu. Sehingga kita mampu melihat penulisan yang berkualitas, yang tidak unsur men-justice sesuatu. Serta yang benar dikatakan benar, yang salah tetap salah.” Imbuhnya.
Ia juga mengakui, teknologi saat ini masyarakat akan beralih ke online, bukan hanya mencari informasi tentang pemberitaan saja. Akan tetapi meningkatkan perekonomian juga bisa, seperti jualan online.
Lihat juga video : Detik-detik Kepulangan pasien
Kendati demikian, dirinya berkeinginan bahwa media online ini meningkatkan lagi kwalitasnya, karena ini merupakan teknologi yang dinamis.
“Kalau kita terlambat mengikutinya, pasti ketinggalan. Jangan bosan untuk belajar terus.” Pungkasnya. (Ajk)
