JAMBI – Menghadapi bulan Suci Ramadhan 1441 Hijriyah tahun 2020, stok pangan cabe di Provinsi Jambi aman, harganya pun murah petani tak dapat untung.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi saat dijumpai Dinamikajambi.com, Kemarin (24/04/2020).
Baca juga : Uji Swab Keluar, 1 Pasien di Jambi Dinyatakan Sembuh
Baca juga : Akui Stok Gula Masih Terbatas, Dinas Ketahanan Pangan Akan Terus Berupaya
Amir mengatakan bawa saat ini stok cabe di Jambi aman, bahkan berlimpah. Karena petani lagi musim panen.
“Saat ini produksi cabe melimpah, harganya yang merosot murah.” Katanya.
Disatu sisi, rendahnya harga cabe saat ini memang menguntungkan konsumen, tapi tidak bagi para petani.
Sebagaimana diketahui, saat ini di pasaran harga cabe hanya berkisar Rp. 15-16 ribu perkilo. Sedangkan harga yang diperoleh petani pasti lebih rendah dari itu.
“Saat ini harga cabe sekitar Rp. 16 ribu, 15 ribu perkilo. Kalau di petani, mereka menjual sekitar Rp. 13 ribu.” Jelasnya.
Lihat juga video : Data COVID-19 Provinsi Jambi
Oleh karena itu, selain mengantisipasi stok cabe, mereka juga berupaya menstabilkan harga. Sehingga harga yang diperoleh Petani dan konsumen, itu bisa sama-sama tidak diberatkan.
“Makanya, kami langsung beli ke Petani, diatas harga yang sudah mereka tetapkan. Itu sekarang ada di gudang, kalau barang habis nanti, baru kita Operasi Pasar.” Tandasnya. (Nrs)
