Dinilai Hancurkan Sejarah dan Pemborosan, LSM Ini Siapkan Aksi Untuk…

KOTA JAMBI – Pro kontra pembangunan Tugu Keris yang bakal mengantikan Tugu Jam atau lebih dikenal Tugu Monas, semakin menarik. Kali ini datang dari LSM LIPPAN (Lembaga Independen Pemantau Pendidikan dan Pembangunan) yang menilai proyek ini justru menghabiskan anggaran, terlebih dengan menghancurkan tugu.

Ardi Harmaini, atau lebih dikenal dengan Ardi LIPPAN mengaku heran dengan pembangunan Tugu Keris Siginjai yang seolah dipaksakan dibangun di depan Kantor Walikota.

“Kenapa harus disana? Di Tugu Jam yang memiliki nilai sejarah dan budaya? Alasan memperbarui? Biar terkini? Sekalian saja gantikan kantor Walikota. Kan dibangun bersamaan itu,” kecam aktivis berambut putih itu.

Tak hanya sisi merobohkan Tugu Monas, pembangunan yang menguras uang rakyat senilai Rp 3,5 Milyar itu dituding sangat pemborosan. Terlebih dengan kondisi carut marut pendidikan saat ini, Ardi meminta pemerintah untuk membuka mata.

“Yang terjadi di dunia pendidikan saat ini karena pemerintah banyak menghabiskan anggaran kayak ini. Kenapa tidak di bangun kelas baru? Atau misalkan sekolah sekalian? Kita butuh itu,” katanya dengan nada tinggi.

Dengan anggaran tersebut, Ardi menilai dapat membangun 1 sekolah baru atau puluhan Ruang Kelas Baru (RKB). Bukan berlebihan, Ia menyoroti soal timpangnya sarana pendidikan yang ada di Kota Jambi.

“Dari data kita, ada 200 Sekolah Dasar di Kota Jambi. Sementara SLTP atau sekolah tingkatnya hanya sekitar 26 sekolah. Ini bagaimana? Kemana mereka ini? Bukankah lebih baik membangun kelas atau sekolah untuk mengakomodir tempat anak sekolah ini?” beber Ardi.

Aktifis ini menyayangkan pembangunan Pemerintah Kota. Salah satunya pada Tugu Keris Siginjai yang dibangun dengan meruntuhkan Tugu Monas
Aktifis ini menyayangkan pembangunan Pemerintah Kota. Salah satunya pada Tugu Keris Siginjai yang dibangun dengan meruntuhkan Tugu Monas

Sorotan keras Ardi juga pada kebutuhan infrastruktur. Menurutnya, banyak wilayah dalam Kota Jambi masih membutuhkan peningkatan jalan terutama di kawasan Jambi Selatan.

Banjir yang masih melanda sejumlah kawasan Kota Jambi, turut dikecam Ardi. Menurutnya, Pemerintah lebih baik membebaskan banjir dari Kota Jambi dari pada meruntuhkan Tugu yang berusia puluhan tahun itu.

Menanggapi hal ini, Ardi santer dikabarkan menyiapkan barisan penolakan untuk pembangunan Tugu Keris tersebut. Menjawab Dinamika Jambi, Ardi tak membantahnya.

“Kita siapkan 50 orang dari LSM LIPPAN,” tandasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page