BATANGHARI – Terkait pungutan biaya parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hamba Muara Bulian, yang dinilai sudah diatas wajar, banyak menjadi keluhan masyarakat setempat.
Bagaimana tidak, selain biayanya yang Rp. 2000 setiap satu kali parkir, pihak rumah sakit juga menetapkan harga sendiri bagi pasien yang menginap. Dan ini lebih besar biaya normalnya.
Seperti yang disampaikan salah satu mata sumber Asri (bukan nama asli), bahwa tarif parkir yang ditetapkan pihak rumah sakit, bagi tamu yang menginap yakni sebesar Rp. 10.000.
Tak ayal, hal ini pun membuat masyarakat yang dirawat dirumah sakit tersebut mengeluh, karena biayanya sudah diluar batas kewajaran.
“Jika keluarga pasien keluar masuk, jika sepuluh kali maka sepuluh kali pula harus membayar parkir, jika kali 2000 rupiah. Kan keberatan juga jadinya. Dan jika motor menginap, maka bayar parkir bisa lebih mahal. jangan disamakan parkir rumah sakit dengan parkir super market,” Kata narasumber yang tak ingin menyebut namanya tersebut pada Dinamikajambi.com, Selasa (31/12/2019).
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa portal parkir RSUD Hamba Muara Bulian tersebut, juga kerap mengenai kepada tamu yang lewat.
Ia sangat menyayangkan, mengapa pihak rumah sakit memberlakukan tarif parkir yang dapat mencekik masyarakat tersebut. Biaya yang tak wajar seperti, perlahan juga akan berdampak negatif bagi RSUD Hamba Muara Bulian itu.
“Jangan disamakan parkir rumah sakit, dengan parkir super market.” Keluhnya.
Tidak hanya itu saja, Petugas Parkir RSUD Hamba ini ada 3 orang yang memiliki SK, dan mereka mendapatkan gaji bulanan.
Akan tetapi, untuk jasa parkir tersebut pihak rumah sakit malah menambahkan jasa pihak ketiga, yang secara tidak langsung upahnya diambil dari biaya parkir yang diterima.
Itu artinya, kalau tidak menaikkan harga parkir, dari mana pihak rumah sakit bisa membayar gaji pihak ketiga tersebut.
“Nah kesalahan mereka adalah menggunakan jasa pihak ketiga, jadi pihak ketiga ini mendapatkan gaji dari mana kalau tidak menaikkan harga biaya parkir. Terlepas gaji mereka dari pemda ataupun tidak, tapi mengapa biaya parkir disini sangat mencekik keluarga pasien.” Tegasnya.
Untuk itu dirinya sangat berharap, kepada pihak terkait, baik itu rumah sakit atau pihak ketiga, agar dapat memberikan penjelasan solusi, terkait dengan tarif parkir tersebut. Sehingga, kedepannya tidak ada lagi, tamu atau kekuarga pasien yang berobat mengeluh hal yang sama.
“Diharapkan pihak terkait dapat mengambil tindakan, dan memberikan kejelasan mengenai hal ini,” timpalnya. (Ali Kucir)
