MERANGIN – Baru dilantik, anggota DPRD Kabupaten Merangin periode 2019-2024 langsung beraksi. Salah satunya, Inspeksi Mendadak (Sidak) atas dugaan pencemaran lingkungan di pabrik kelapa sawit di kawasan Pamenang. Kini, warga menanti hasil sidak yang sudah berjalan sekira 2 pekan itu.
Amri, salah satu warga Pamenang mengatakan bahwa, Ia mengapresiasi gerak cepat wakil rakyat di Komisi III itu. Namun kini, Ia menunggu hasilnya bersama warga lain.
“Sudah 2 minggu, apo kabar hasil sidak dewan? Kami menunggu nian hasilnyo. Semoga dak masuk angin,” kata karyawan swasta itu, Jumat (01/11/2019) sore.
Ia berharap, hasil temuan itu tidak ditutup-tutupi. Mengingat, jika benar terdapat pencemaran, tentu akan berdampak besar bagi warga, lingkungan dan tentu saja ekosistem.
“Sampaikan ke media. Jangan dingin bae. Mohon dibuka semua,” tegasnya.
Untuk diketahui, anggota dewan dari Komisi III bersama Dinas Lingkungan Hidup Merangin serta pihak Perumda Tirta Merangin pada Kamis (17/10/2019) sidak ke PT Krisna Duta Agroindo (PT KDA) di Desa Langling, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin.
Anggota DPRD Merangin Komisi III tersebut yakni Helmi, Asy Sahrul, Taufiq, Sukar, Haryanto, Saud T Samosir, Mulyadi dan tim dari DLHD. Mereka mengecek PT KDA yang berada di Desa Langling untuk diambil sampel air bersih oleh Perumda Tirta Merangin.
Berita Terkait : Dewan Sidak PT KDA, Ternyata Ini Bahaya Abu Boiler Pabrik
“Tadi pihak PDAM sudah mengambil sampel air bersih perumahan warga di PT KDA Langling untuk diuji kelayakannya,” ujar Mulyadi, anggota dewan dari Partai Golkar dilansir MetroJambi.com
Selanjutnya, Komisi III dan tim menuju PT KDA yang berada di Jelatang untuk mengambil sampel limbah B3 dan sampel Abu Boiler untuk diteliti oleh tim labor DLHD Merangin. (Red)
