JAKARTA – Seminar Nasional Musyawarah Besar X Ormas Pemuda Pancasila, Minggu (27/10/2019) pagi menghadirkan Kapolri yang diwakili Kabarharkam Polri, Komjen Pol Drs Condro Kirono M.M., M.Hum. Dalam kegiatan tersebut, bermuara bagaimana sinergitas Polri dan Pemuda Pancasila.
Dibuka langsung Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila (PP), Japto Soerjosoemarno, pertemuan berlangsung menarik. Salah satunya, terkait peristiwa nasional.
Arqam Asikin, Majelis Pertimbangan Organisasi MPW Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan menegaskan peranan ormas terbesar ini dalam menjaga ideologi bangsa. Yang masih terekam jelas, kehadiran Bintang Kejora serta peristiwa Papua dan Surabaya baru-baru ini.
“Untung ada Pemuda Pancasila yang berani berhadap-hadapan. Kami sampaikan di forum ini, di Sulawesi Selatan itu, Bintang Kejora itu tidak bisa berkibar. Pemuda Pancasila, Sapma ditangkap ketika berhadap-hadapan dengan Bintang Kejora. Tapi kalau berkibar, kita penggal kepalanya,” tegas Pengamat Politik dan Hankam
Untuk menjaga NKRI, tidak ada negosiasi. Untuk itu, perlu sinergi Polri dan Pemuda Pancasila. Sejumlah MPW, mendorong Memorandum of Understanding (MoU) dengan Polri.
“Deradikalisasi, sekarang saya tanya pak, siapa yang intensif melakukan di negara ini deradikalisasi? Ngak ada pak. Yang melakukan pertama itu, sudah Pemuda Pancasila pak,” tegasnya.
“Jadi bapak, jangan tunda MoU-nya ya,” kata Arqam yang disambut aplaus peserta Mubes dari berbagai daerah.
Masih dikatakan Arqam, peristiwa di Papua setelah Surabaya, bendera di potong tiangnya, lalu dibuang. Setelah Jayapura, pindah ke Makassar.
“Asrama Papua diprovokasi dengan masyarakat Makassar agar bentrok. PP yang pertama ada di depan asrama Papua. Apa yang dilakukan PP? Menghalangi supaya tidak terjadi bentrokan. Berkoordinasi dengan Wakapolda, Kapolres dan semuanya bisa aman,” katanya.
Untuk itu, Ideologi ini harus segera dimasyarakat kan. MPW mendorong MPN untuk segera MoU dengan Polri.
Sementara Kabarharkam Polri, Komjen Pol Drs Condro Kirono M.M., M.Hum menyambut baik hal ini. Bilangnya, MoU itu bisa dilakukan.
“MoU itu bisa. Sangat bisa dilakukan,” bilang Condro.
Bagaimana mekanismenya, Condro bilang akan berkoordinasi dengan bidangnya di Polri untuk duduk bersama bidang organisasi di Pemuda Pancasila. Dilanjutkan dengan surat berisikan visi misi PP dalam hal tersebut.
“Ini juga sebagai sosialisasi, agar tidak ada lagi imej negatif pada Pemuda Pancasila. Sebagaimana tadi yang dikatakan Bung Japto, dari Haram Jadah menjadi Sajadah,” katanya disambut tepuk tangan.
“Polri malah berterimakasih,” sambungnya.
MoU didorong untuk segera dilakukan. Setidaknya, 2 Minggu ke depan MPN dapat melakukan hal tersebut. (Erw)
