LAMPUNG – Ribuan warga kawasan pesisir Telukbetung, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung berhamburan naik kendaraan hingga jalan kaki berkumpul ke komplek perkantoran Pemprov Lampung, Jumat malam (2/8). Pasca gempa, kepanikan juga melanda Banten sekitarnya.
Dilansir Rmollampung, ribuan warga membawa anak-anak ke komplek perkantoran yang lebih tinggi dari kawasan permukiman mereka sekitar 4 km dari pesisir pantai. Warga khawatir terjadi tsunami setelah gempa pada pukul 19.03 WIB.
Warga mengungsi hanya dengan baju di badan dari kawasan Pesisir Bumiwaras, Kangkung, Gudanglelang, Gudangagen, Pesawahan, dan sekitarnya.
Gempa berkekuatan 7,2 SR yang berpusat di lintang selatan, 104,58 bujur timur atau 147 kilometer barat daya Sumur, Provinsi Banten.
Dari informasi laman twitter resmi BMKG @infoBMKG, gempa tersebut berpotensi menyebabkan gelombang tsunami. Potensi tsunami utk diteruskan kepada msyarakat,” tulis twitter resmi @infoBMKG.
Sementara, situs peringatan dini tsunami Indonesia http://inatews.bmkg.go.id/ telah mengeluarkan peringatan dini tsunami tingkat pertama.
Hingga pukul 20.35 Wib, BMKG belum mencabut peringatan dampak tsunami. Laporan lainnya menyebutkan, warga mengevakuasi diri dari bibir pantai Pelabuhan Ratu. Setidaknya, mereka menjauh 1 Km pasca surutnya permukaan air laut dari gempa yang berlangsung sekitar 2 menit itu. (Red)
