JAMBI – Terkait pemilihan Gubernur Jambi di Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) mendatang, Ketua KOPIPEDE yang sekaligus merupakan Pengamat Politik Jambi, Mochammad Farisi, S,H. LL. M angkat bicara.
Menurutnya, bakal calon yang nantinya akan ikut mencalonkan diri sebagai Gubernur Jambi pada Pilkada mendatang, hendaknya harus benar-benar introspeksi diri terlebih dahulu apa yang sudah diperbuat untuk daerahnya masing-masing.
Karena tugas gubernur 5 Tahun kedepan bukanlah perkara mudah, bagaimana tidak, saat ini Jambi boleh dikatakan berada di zona yang terpuruk. Tidak ada pembangunan yang dapat membanggakan, sehingga tidak ada suatu kebanggaan masyarakat menjadi penduduk Provinsi Jambi.
Selain itu juga, selama 5 tahun belakangan ini, dilihat dari berbagai prahara yang terjadi, mulai dari kasus Gubernur, hingga beberapa anggota dewannya pun terlibat dalam Gratifikasi oleh KPK. Tentunya, tugas ini bukanlah hal yang mudah, dan masyarakat pun jangan sampai salah memilih calon sebagai pemimpin Jambi.
“Ini momentum sebenarnya pemilu ini, masyarakat jangan sampai terulang lagi memilih pemimpin yang salah. Jadi, para calon daerah juga kami mohon untuk mengukur diri, maksudnya refleksi ke dirinya, apakah sudah ngerasa berhasil membangun daerahnya, apakah sih prestasi-prestasi di Kabupaten/Kota selama anda menjabat kemarin yang bagus.” kata Mochammad, saat ditemui Dinamikajambi.com, Senin (15/7/19).
Oleh karena itu, Pengamat Politik itu mengatakan bahwa jika mengurus Kabupaten/Kota nya saja belum ada prestasi, bagaimana bisa membangun Provinsi Jambi menjadi lebih baik lagi kedepannya.
“Jadi jangan karena syahwat politik kekuasaan, kemudian mengorbankan itu. Artinya saya sampaikan adalah, pertama mengukur diri, dan yang kedua juga punya Visi dan Misi yang jelas.” bebernya.
Lebih lanjut, Ketua Mochammad menyampaikan bahwa untuk menjadi pemimpin Jambi, juga harus mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada di Jambi.
“Sehingga nantinya bisa menyelesaikan berbagai permasalah yang terjadi di Jambi saat ini.” pungkasnya.
(Nrs)
