Nah, Untuk Pencairan Anggaran Desa, Kades Benteng Palsukan Tanda Tangan?…

MERANGIN –Tak hanya tudingan ‘tak beres’ pada pengelolaan Dana Desa (DD), baru-baru ini, Kades Benteng Muslim pun disinyalir melakukan pencairan Anggaran Dana Desa (ADD), triluwan II, atau Jum’at tertanggal 31 Mei 2019.

Baca Juga: Kades Benteng ‘Kuras’ Dana Desa Rp 161 Juta?

Kabar yang didapat, pencairan dana senilai Rp 150 Juta tersebut, terjadi tanpa adanya tanda tangan bendahara Desa, hingga Sekdes setempat. Bahkan tanpa adanya surat pengantar atau rekomendasi Camat Sungai Manau Ahmad Azhar.

Kondisi kabar kurang baik  ini pun, dibenarkan Camat Sungai Manau Ahmad Azhar. Diakuinya, adanya pencairan dana sebesar Rp 150 Juta tanpa surat pengantar darinya.

“Apakah sejumlah dana Rp 150 Juta yang dicairkan hanya ADD saja atau ada juga DD, kita belum tahu pasti, yang jelas sejumlah dana tersebut diduga kuat sudah dilakukan pencairan. Untuk memastikan itu semua, kita akan segera cek print outnya, di Bank 9 Jambi Cabang Bangko dalam waktu dekat,” ungkap Ahmad.

Sejatinya, jika memang Kades tersebut sudah mencairkan dana tersebut, ada kemungkinan tanda tangan dirinya, hingga dua perangkat desa lainnya juga sudah dipalsukan Kades bersangkutan.

”Dugaanya begitu, tanda tangan kita sudah dipalsukan kades setempat guna mempermudah proses pencairan,” kata Ahmad.

Sementara itu, Sekdes Benteng Dedi saat kembali dikonfirmasi mengakui jika ada anggaran yang tersedot, saat pihaknya melakukan cek rekening Desa, dengan total anggaran yang sudah tersedot senilai Rp 150 Juta.

“Apakah dana tersebut DD saja atau ada anggaran ADD, kita tak bisa pastikan disini, harus melalui cek di Bank 9 Jambi, Cabang Bangko,” tandasnya.

Sementara itu salah satu tokoh pemuda masyarakat Merangin Masroni, menyayangkan apa yang sudah dilakukan Kades setempat.

”Ini bukti lemahnya pengawasan DD dan ADD di Merangin, juga tak terkecuali lemahnya pengawasan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang selama ini memantau kinerja Kades dalam pengelolaan DD maupun ADD,” tukasnya.

Sejauh ini, Kades Benteng masih memilih tutup mulut, dibanding mengklarifikasi berbagai pemberitaan ‘miring’ yang dilontarkan kepadanya. Beberapa kali dihubungi via ponsel, meski ponsel sang kades bernada aktiv dinomor0852694800XX, namun masih belum diangkat. Short Mesagge Service (SMS), yang dilayangkan pun tak kunjung mendapatkan jawaban. (rdc)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033