BATANGHARI – Air merupakan kebutuhan pokok untuk kehidupan manusia. Tanpa air, manusia tidak bisa melaksanakan kegiatan rumah tangga sehari-hari, mengingat pentingnya air bersih untuk keperluan minum, masak, mandi cuci dan lain sebagainya.
Untuk kebutuhan tersebut, pemerintah sebenarnya sudah menyediakan seperti Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia dengan dukungan Bank Dunia. Program ini dilaksanakan di wilayah perdesaan dan pinggiran kota yang kekurangan air bersih.
Namun sayangnya, program yang ditunggu manfaatnya oleh masyarakat di Bukit Paku Desa Pelayangan dan sekitarnya, belum memberikan manfaat. Konyolnya, sejak dibangun tahun 2014 hingga saat ini masyarakat belum dapat merasakan manfaat dari program ini.
“Itu menara air sudah dibangun dan ada di situ dari dulu, namun hingga saat ini kami masyarakat sini tidak pernah merasakan manfaat dari program pemerintah yang katanya dari pemerintah pusat,” ujar salah seorang masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu Pendi sekretaris Kecamatan Muara Tembesi yang juga Pejabat Sementara (PJS) Kepala Desa Pelayangan saat dikonfirmasi mengatakan belum tahu persoalan ini.
“Kalau masalah itu saya tidak berani bicara banyak, karena saya baru menjabat Pjs baru 4 bulan, sedangkan tower air itu sudah ada dari dulu,” jelasnya.
Sementara itu yang mengerjakan proyek menara air Pamsimas ini belum dapat dikonfirmasi dan saat dihubungi via ponsel tak menjawab panggilan telpon. (Ali Kucir)
