MADINA – Kisah tragis dialami remaja berusia 17 tahun, Sopri, di Mandailing Natal (Madina). Dia tewas mengenaskan gara hidupkan musik keras, ditebas sebilah parang oleh sepupu sendiri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu malam (24/11/2018) sekira pukul 23.00 WIB. Pelaku diketahui bernama Rafii (35) marah gara musik keras yang dipasang sepupunya.
“Motif sementara karena sakit hati. Korban bersama teman-temannya sedang berada di belakang rumah pelaku dan menyetel musik sehingga pelaku merasa terganggu. Kemudian, pelaku mengingatkan korban supaya berhenti, namun korban dan temannya tidak peduli,” terang Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi kepada Metro Tabagsel (Jawa Pos Group), Senin (26/11/2018).
Merasa sakit hati, pelaku keluar dari rumahnya. Ia marah, membawa sebilah parang, ia lalu menemui korban bersama teman-temannya.
Baca Juga : Perkelahian Karena Musik, Rudi Tewas Berduel Dengan Tetangga
Lihat Juga : Video Detik-detik Penangkapan Ayah Pembunuh Anak Kandung di Merangin
“Di situlah terjadi keributan, saat itu teman-teman korban kabur, sementara korban masih adu mulut dengan pelaku, karena sudah emosi dan merasa sakit hati, pelaku lalu menghujamkan parang ke arah korban dan mengenai kepala dan telinganya. Parang tersebut dibawa pelaku dari rumahnya,” ujar Andi.
Usai dibacok, korban masih berusaha menghindar dan melarikan diri. Tapi tak lama kemudian, korban jatuh dan tidak sadarkan diri. Sopri pun akhirnya meninggal dunia karena pendarahan.
Lalu, pihak keluarga menghubungi petugas kepolisian, dan Sopri dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Panyabungan untuk kepentingan visum.
“Kita mendapat laporan dari warga, dan langsung mencari pelaku. Sekarang pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti,” terang Kapolsek.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Sumber : Pojoksatu.id
