Longsor di Liter S Bukit Rayo “Hantui” Warga

SAROLANGUN – Memasuki Musim penghujan yang terus mengguyur di Kabupaten Sarolangun, masyarakat diminta agar tetap waspada terjadinya bencana baik bencana longsor, banjir atau juga pohon yang tumbang di badan jalan.

Wilayah Kecamatan Batang Asai, salah satu daerah Kecamatan yang rawan akan bencana alam yakni Kecamatam Batang Asai, Sebab daerah ini masih asri memiliki perbukitan dengan kondisi tanah yang labil, sehingga longsor didaerah Liter S Bukit rayo selalu menghantui warga yang hendak melewatinya.

Camat Batang Asai, Arpan, kepada media ini mengatakan bahwa di Kecamatan Batang Asai ada satu titik yang paling rawan terjadinya longsor. Yakni, di sekitat later s Bukit Rayo, Kecamatan Batang Asai, yang merupakan jalan poros kecamatan menuju ibu kota sarolangun.

“Ada satu titik rawan longsor yakni di Later S, atau daerah yang longsor dulu. Itu yang paling parah, kemudian ada titik lain, di atas later s ada jalan yang berlobang, jadi perlu turap, kita ajukan nanti bagaimana solusinya,” katanya.

Untuk menangani ketika ada bencana longsor atau juga pohon tumbang ke badan jalan di daerah bukit rayo, katanya ada satu unit alat berat disiagakan di sekitar lokasi dari Pemerintah Provinsi.

“Alat standby disana sekarang dari provinsi, tetapi kita khawatir kalau hujan berkepanjangan, longsor akan turun,” katanya.

Selain itu, ia juga sudah berkoordinasi dengan Korlap yang menyiagakan alat berat tersebut. Untuk segera menyelesaikan lokasi yang sudah longsor di bawah later s tersebut.

“Mengingat tanggal 6 akan mtq, kunjungan pak bupati jadi saya sudah temukan korlap agar diselesaikan
paling parah satu titik, di daerah later s. kemudian di dua titik lainnya butuh turap jalan,” katanya.

“Selain longsor inilah kita khawatirkan juga kayu yang rubuh ke jalan, jadi kalau yang sudah mati tumbang ke jalan, seperti baru baru ini ada yang tumbang ada dua titik, tapi tidak ada korban, dan sudah diselesaikan,” kata dia menambahkan. (Ajk)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page