JAMBI – Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar meninjau persiapan perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi ke 46 di Merangin pada Rabu (29/6). Didampingi Bupati Merangin, Al Haris dan Kepala Dinas terkait, Wagub mengapresiasi persiapan yang dilakukan. Meski optimis dengan persiapan yang disebutkan mencapai 85 persen, Wagub cukup terlihat mengisyaratkan persiapan untuk lebih baik dan meminta dukungan semua lapisan masyarakat.
Keraguan kesiapan perhelatan MTQ sendiri sempat menarik perhatian publik. Salah satunya yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Merangin, Isnedi melalui jejaring sosial. Menghitung persiapan dan waktu pelaksanaan, Isnedi meragukan pembukaan MTQ tak sesuai harapan dan malah memalukan.
Ditemui awak media, Isnedi kembali menyebutkan keraguan dan kekhawatirannya pada acara yang dibuka pada 12 Juli itu. Kata Ketua DPC Gerindra Merangin itu, dengan libur lebaran dan hari kerja, persiapan bakal molor.
“Sekarang kita lihat bagaimana persiapan terakhir. Pekerjaan kembali dilanjutkan usai libur lebaran. Bagaimana persiapan fisik, teknis dan tamu atau kafilah. Jangan nanti semangat tinggi, tapi pelaksanaan terkesan asal jadi dan tak sesuai harapan. Ingat, ini membawa nama Merangin,” bilangnya Sabtu (2/7)
Seharusnya, sambung Isnedi, perhelatan diundur beberapa hari untuk memberikan kesempatan mematangkan persiapan. Bupati, bilangnya, dapat mengkaji ulang dan memundurkan jadwal pelaksanaan.
“Dengan musim mudik, moment lebaran dan liburan, bagaimana persiapan dilakukan sementara yang bertugas belum ada? Saya ingatkan lagi, ini membawa nama Kabupaten Merangin. Kesuksesan acara ini, menjadi pertaruhan harga diri Merangin,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati tetap optimis dengan perhelatan MTQ sesuai jadwal. Malah, Bupati mempersiapkan penyambutan berbeda antar kafilah. Untuk Kabupaten Tebo dan Bungo, kafilah akan disambut diperbatasan Merangin-Bungo.
“Kalau dari Kerinci-Sungai Penuh, kita sambut diperbatasan kabupaten, Sungai Manau. Dari Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjabtim, Tanjabbar, Batanghari dan Sarolangun, kita sambut di perbatasan Sarolangun,” bilang Bupati usai peninjauan.
Sementara dalam penelusuran awak media, peserta lomba ini dibagi tugas antar SKPD. Inspektorat misalnya, akan mengurusi kedatangan dan keberadaan kafilah dari Kabupaten Kerinci.
