Upsss.. Prabowo Sebut Ratna Sarumpaet Alami Gangguan Kejiwaan

JAKARTA – Prabowo Subianto sepertinya cukup kesal dengan kelakuan Ratna Sarumpaet yang mengarang drama hoax penganiayaan dirinya di Bandung oleh beberapa orang tak dikenal.

Capres dari koalisi oposisi yang sebelumnya memberikan pembelaan kepada Ratna pun berbalik arah 180 derajat.

Karena itu, Prabowo pun menyampaikan langsung permintaan maafnya kepada publik.

Pasalnya, ia mempercayai cerita bohong Ratna sebagai sebuah kebenaran dan ikut menyebarkannya.

Sayangnya, cerita yang sebelumnya membuatnya sangat prihatin itu ternyata adalah cerita karangan Ratna.

Hal itu ia sampaikan langsung dalam konferensi pers di kediamannya, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/10).

“Saya atas nama pribadi, minta maaf kepada publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum tentu diyakini kebenarannya,” katanya dikutip dari Pojok Satu

Prabowo menilai, saat ini kondisi aktivis HAM itu tengah dalam kondisi depresi.

Karena itu pula yang menyebabkan Ratna akhirnya nekad berbohong kepada masyarakat.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menambahkan, dirinya bahkan mendengar ada indikasi-indikasi Ratna dalam kondisi tekanan kejiwaan.

Bahkan menurutnya, tekanan kejiwaan Ratna itu sudah memasuki level berat.

Namun demikian, ia mengaku tidak bisa jelaskan lebih detail soal gangguan kejiwaan yang menimpa Ratna.

Hanya saja, lanjut dia, dirinya menduga Ratna banyak memendam berbagai masalah. Ditambah lagi usia koleganya itu yang sudah tak lagi muda.

“Beliau umurnya 70 tahun,” ucapnya.

Di usia tersebut, terangnya, seseorang bisa saja menghadapi berbagai masalah pribadi. Ujung-ujungnya, tentu saja memicu depresi dari yang bersangkutan.

“Saya kira semua bisa saja depresi kan. beliau usianya 70 tahun, masalahnya macam-macam. Kan kita tidak bisa tahu semuanya,” terangnya.

Meski begitu, Prabowo enggan membahas lebih lanjut berkenaan dengan kondisi kejiwaan Ketua Presidium Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) itu.

“Itu biar urusan privasi (Ratna). Saya tidak mau ikut campuri karena saya juga empati dengan beliau sebagai sesama manusia,” pungkasnya.

Mantan menantu Presiden Soeharto sendiri mengaku bersyukur bahwa aksi penganiayaan Ratna itu telah terbukti hoax.

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page