Habis Kecelakaan, Dokter Ini Diduga Malah Usir Pasien

LAMPUNG – Seorang dokter punya pekerjaan yang mulia menyelamatkan nyawa manusia. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang menganggap profesi dokter sebagai tugas yang mulia.

Namun demikian, di balik tugas mulia itu, masih ada sejumlah dokter yang membuat geger dunia kedokteran lantaran sikapnya yang menolak pasien.

Seperti dilakukan salah satu dokter di RS Bumi Waras (BW) yang berinisial BS. Diduga, dokter spesialis bedah mulut itu, menolak pasiennya pada Jumat (7/09).

Informasi yang dihimpun, Dokter BS menolak menangani seorang pasien korban kecelakaan yang bernama Nur Fajri Vanza Javier (14). Padahal, pelajar tersebut membutuhkan tindakan operasi.

Tapi, anehnya oknum dokter tersebut meminta keluarga korban untuk membayar biaya rumah sakit terlebih dahulu atau DP minimal sebesar 50 persen. Karena belum ada uang jaminan pasien diduga diusir.

Karuan saja tindakan dokter tersebut mengundang reaksi masyarakat. Salah seorang praktisi hukum di Bandarlampung Ginda Ansori Wayka, SH, MH menyayangkan sikap dokter tersebut. Ia mengatakan, masalah administrasi bukan urusan dokter tapi pihak rumah sakit.

Berita Lainnya : KPK Akan Datang Kembali ke Merangin, Coki : Bisa Sebulan Sekali

“Dokter tugasnya melayani pasien. Dengan tindakan dokter BS RS BW, maka dia telah melanggar sumpah etika dokter yang pernah mereka ucapkan sebelum melakukan praktik,” katanya.

Berita Lainnya : Viral.. Sapu Bunuh Diri Tertancap di Kaca Mobil Innova

Sikap yang sama juga dikemukakan oleh tokoh pemuda asal Tanjungkarang Barat, Syehud. Ia menilai tindakan dokter tersebut kurang manusiawi. Seorang dokter mustinya mengutamakan keselamatan pasien, bukan malah menyoal uang jaminan.

Oleh karena itu, dilansir Warta9.com, Syehud meminta kepada instansi terkait, organisasi dokter dan Dewan menyikapi masalah ini. Karena pelayanan kesehatan menjadi program prioritas pemerintah. Tapi anehnya, malah masih ada Rumah Sakit bahkan dokter menolak pasien yang membutuhkan pertolongan.

“Yang perlu diingat dalam sumpah dokter, bahwa menyelamatkan nyawa orang itu prioritas utama dibandingkan dengan uang,” ujar Syehud