JAMBI – Mantan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin meluapkan kekecewaannya pada perkembangan Jambi terkini. Mulai dari soal Tim Sukses meminta proyek, hingga hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang dinilai salah terjemahan.
Silaturahmi darat Keluarga Besar Zumi Zola Mania yang dihelat di salah satu rumah makan di Kota Jambi, Sabtu (14/5) siang bak menjadi panggung ZN yang tak lain ayahanda Gubernur Jambi. Disini, mantan Gubernur Jambi 2 periode ini menyoroti hasil temuan BPK mulai dari penerimaan PNS.
“Temuan BPK. Itu saya sampaikan berkemungkinan akan berlanjut ke ranah hukum. Penerimaan PNS. Penerimaan tenaga honorer. Berapa puluh milyar anggaran yang dihabiskan untuk tenaga honorer yang tidak perlu itu? Yang tidak tentu kerja itu,” katanya dengan nada tinggi.
Tak hanya itu, Ia juga menyoroti soal keluarnya penilaian BPK dari tahun 2011 hingga 2015. Padahal, pemerintahan Jambi Tuntas baru berusia 3 bulan
“Itu harus kita ketahui. Saya sampaikan disini kenapa? Kenapa pak zumi zola baru bekerja 3 bulan, sementara penilaian BPK dari 2011, 2012, 2013, 2014, 2015. Zumi Zola baru dilantik 3 bulan. Keluarlah penilaian BPK. Itu pekerjaan 5 tahun. Bukan 3 bulan. Itu harus dipahami,” bilang Suami Ratu Munawaroh itu.
Zola, bilangnya, menyampaikan padanya untuk memberikan tindakan tegas pada SKPD yang bekerja tak maksimal. Ia sangat mendukung aksi sang gubernur terlebih pada mereka yang bekerja separuh hati untuk rakyat.
“Tidak ada lagi tempat orang seperti itu di Pemerintahan Provinsi Jambi,” katanya.
“Kalolah SKPDnya banyak bermasalah, tanggung jawab keuangannya tidak jelas, uang tu banyak mengalir ke dio. Bukan kepada rakyat,” tambahnya.
