6 Perusahaan Garap Jalur Batubara, Gubernur Sebut Ada Ranperda

BERITA JAMBI – 2 Jalur Batubara tengah digarap, Gubernur Jambi  sebut ada 6 perusahaan siap garap. Selain itu, operasional bakal ditertibkan dengan Ranperda.

Sebagai informasi, gubernur usulkan beberapa perusahaan angkut batubara via sungai. Kemudian, Al Haris kembali panggil perusahaan bangun jalan khusus angkutan batubara via darat.

Serius gagas solusi polemik angkutan batubara, penyumbang angka kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Gubernur Jambi Al Haris sebut telah panggil sejumlah perusahaan, untuk menginisiasi pengangkutan batubara via jalur sungai.

“Sudah, kalau via sungai sudah ada PT Nan Riang. Nah, perusahaan lain akan kita dorong juga,” ungkap Al Haris, Kamis (28/07/2022).

Lebih lanjut, Al Haris menambahkan, belum lama ini pihaknya telah mengundang beberapa perusahaan untuk garap jalur batubara tersebut. Pada pertemuan tersebut, bilangnya, telah terjadi kesepakatan agar perusahaan bangun jalan khusus.

“6 perusahaan sudah kami undang, dan ada pernyataan tertulis di atas materai. Minimal, dia bikin jalan dari mulut tambang, ke jalan induk,” tambahnya.

Dengan demikian, persoalan angkutan batubara perlahan menemukan titik terang. Idealnya, angkutan batubara tidak melewati jalan umum.

“Sehingga, truk pengangkut batubara tak lagi melewati jalan umum.” pungkasnya.

“Contohnya, dari Mandiangin ke Tenam. Artinya, mereka tidak melewati jalan raya lagi.” timpalnya.

Ranperda Batubara

Guna mengatasi polemik angkutan batubara, seperti kemacetan hingga angka kecelakaan lalu lintas. Pemerintah Provinsi Jambi dan DPRD Provinsi Jambi godok Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terbaru soal angkutan Batubara.

Al Haris mengatakan, Ranperda tersebut diharapkan akan menjawab keresahan masyarakat terkait angkutan batubara. Sebab, dalam rancangan itu, akan membahas secara mendalam soal metode pengangkutan hingga jam operasional.

“Kita ingin, Ranperda angkutan batubara itu, dalam suasana kekinian. Soal apa yang kita rasakan selama ini, perlu adanya sebuah aturan yang mengatur. Agar bagaimana, perusahaan angkutan, pemilik IUP dan masyarakat saling menerima,” ungkapnya.

Baca Juga : Citayam Fashion Week Boleh Hadir di Jambi, Tapi di Jalan Batubara

Meski demikian, Ia belum menjelaskan secara rinci bagaimana muatan dalam Ranperda tersebut. Namun, pihaknya telah melakukan pemaparan terkait usulan Ranperda angkutan batubara, kepada DPRD Provinsi Jambi.

“Nanti akan dibahas di dewan, dan dewan mengkaji lagi Ranperda itu. Kami mencoba mengajukan kepada dewan. Maka, setelah pembahasan antara dewan dan pemerintah selesai, akan di jadikan Perda.” tutupnya. (Rpa)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube