MUARO JAMBI – Sekitar 20 hektar lahan perkebunan sawit dan karet milik warga Desa Sogo, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi terbakar pada Selasa (14/8). Sulitnya mencapai lokasi titik api yang ditubuhi semak belukar mudah terbakar, serta hembusan angin yang selalu berubah rubah arah. Membuat petugas pemadam api gabungan kesulitan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muarojambi, Polsek Kumpe Ilir, TNI, dan pihak Kecamatan Kumpe hingga Rabu (15/8), belum berhasil memadamkan titik api.
“Lokasi terjadinya Karhutla, Lahan kebun milik warga masyarakat Desa Sogo Kecamatan Kumpeh yg ditanami Sawit, pohon karet dengan kondisi lahan ditumbuhi semak belukar sesuai titi koordunat : – S 012445.4 – E1035627.7.” Sampai Iptu Marwiansyah, Kapolsek Kumpe ilir dalam laporannya kepada Polres Muarojambi.
Kurang lebih ada 56 personil gabungan dalam upaya memadamkan titik api kali ini, Terdiri dari 8 orang pengawai Kecamatan Kumpeh yang dipimpin langsung oleh Camat Kumpeh Rizki Armeidi S.Stp, 9 orang anggota Polsek Kumpeh Ilir yg dipimpin oleh Kapolsek Kumpeh Ilir Iptu Marwiansyah, SH, 8 anggota Koramil 0415-1 Suak Kandis yg dipimpin oleh Danramil 0415-1 Suak Kandis, 4 orang anggota BPBD Kabupaten Muarojambi dan 5 orang damkar dari PT.PHL.

“Alat yg dipergunakan utk memadamkan, 1 Unit Mesin pemadam kebakaran jenis sibahura milik BPBD Kabupaten Muarojambi dan 1 unit Mesin pemadam kebakaran jenis Robin milik Damkar PT.PHL.” sebut Kapolsek
Dilanjutkannya, apabila karhutla di Desa Sogo ini tidak bisa dipadamkan, akan berkoordinasi dengan PT.PHL untuk menambah alat pemadam kebakaran dan Alat berat atau Exapator, melakukan penyekatan dilokasi kebakaran, berkoordinasi dengan BNPB Provinsi Jambi untuk dilakukannya Water Bombing, membuat embung air agar pemadam kebakaran gabungan tidak sulit mencari air dan memasang garis police line untuk proses Penyelidikan.
“Demikian Komandan (red Kapolres Muarojambi), apabila ada perkembangan lebih lanjut segera dilaporkan pada kesempatan pertama,” tungkas Kapolsek.
