MENJELANG tahun 2022 berakhir, banyak diantara kita yang menginginkan di tahun yang baru yaitu 2023 menjadi tahun yang penuh kegembiraan, kesuksesan, peningkatan karir, dan hal hal yang berkaitan positif. Namun ini tidak nyatanya!
Banyak sekali berita bahkan media-media lainnya yang tersebar,yang mengisukan bahwa di tahun 2023 “DUNIA AKAN GELAP” khususnya Indonesia.
Gelap yang di maksudkan ini dalam pengertiannya adalah, krisis ekonomi, tingginya inflasi, kelaparan dimana-mana, terjadinya pengurangan karyawan bagi para pekerja, sulitnya lapangan pekerjaan.
Presiden Republik Indonesia Bp Joko Widodo telah mengatakan bahwa tahun 2023 Dunia Akan lebih sulit dari pada tahun 2022 ini. Prediksi yang disampaikan Joko Widodo ini terdapat saat bertemu para pemimpin-pemimpin yang ada di dunia.
Dengan hal itu, Presiden Joko Widodo pun mengutip penjelasan dari Sekretaris Jenderal PBB dan IMF, bahwa akan ada 66 Negara di dunia ambruk ekonominya yang secara bertahap. Hal ini di sebabkan oleh guncangan besar pandemic COVID-19, perang antara Rusia-Ukraina, hingga bencana iklim di semua benua.
Dampak yang terjadi bagi Indonesia di tahun 2023 akan mengalami Resesi Ekonomi. Resesi Ekonomi ini pun menjadi momok bagi seluruh negara di Dunia dan fenomena ini mempengaruhi sector pajak serta kualitas hidup masyarakat.
Mengutip resesi ini seluruh perusahaan akan mengurangi beban gaji karyawan, dan pengangguran akan meningkat. Penyebab Resesi Global/ Dunia Gelap tahun 2023 ialah Perang Rusia dan Ukraina.
Pasalnya kedua negara ini merupakan produsen komunitas dan juga energy dunia. Seperti yang kita ketahui harga pangan dan energy melonjak naik, dan bahan baku menjadi mahal.
Harga komoditas pun turut mengalami kenaikan pesat seperti gas alam naik 125,8% batu bara naik 166,1% minyak brandt naik 45,7% minyak sawit mentah naik 20,9% gandum & beras naik 56,6% jagung naik 33,5% kedelai naik 28,1% dan biji-bijian naik 15,5%. Kenaikan ini sangat mendorong terjadinya inflasi.
Baca Juga : Noviardi : Waspadai Inflasi Jambi Bergerak Liar Timbulkan Ketakpastian
Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada ekonomi global pada tahun 2022 bertumbuh 2,8% dan di tahun 2023 akan menurun 0,5%. Ekonomi negara maju ditahun 2022 bertumbuh 2,2% dan ditahun 2023 -0,8%.
Ekonomi negara berkembang seperti Indonesia di tahun 2022 bertumbuh sangat pesat. Jika dilihat Indonesia tahun 2023 kemungkinan tidak mengalami Resesi ekonomi yang tinggi seperti negara maju lainnya.
Berikut ini negara yang kemungkinan besar mengalami resesi ekonomi
Srilanka 85% – Hongkong 20%
New Zealand 33% – Australia 20%
Korea Selatan 25% – Taiwan 20%
Jepang 25% – Pakistan 20%
China 20% – Malaysia 13%
Vietnam 10% – Thailand 10%
Philipina 8% – Indonesia 3%
Penulis :
Stevan Nababan
Mahasiswa Ilmu Politik, Universitas Jambi
