YLKI Jambi Khawatir, Informasi Makarel Bercacing Tak Sampai Pelosok

JAMBI – Heboh makanan ikan kaleng, atau dikenal Makarel, dikhawatirkan tak menyentuh masyarakat luas. Informasi, hanya terdapat di wilayah kota yang mudah mengakses informasi.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Jambi mendorong pihak terkait untuk turun ke wilayah pedalaman maupun terpencil lain di wilayah Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

“Swalayan dan toko ritel, itu jelas. Yang di Toko-toko kecil di kabupaten itu. Informasi ke pelosok-pelosok itu belum menyebar. Nah, itu kan perlu suatu adanya himbauan atau apa dari dinas terkait,” ungkap Ketua YLKI Jambi, Ibnu Khoirul menjawab Dinamikajambi.com pada Minggu (01/04) malam.

Sedangkan YLKI, membuat spanduk di sejumlah titik dalam Kota Jambi dan kabupaten lain, untuk menghimbau konsumen cerdas kritis dengan produk yang sudah dibeli.

“Upaya kami, membuat himbauan dengan pemasangan spanduk di Kota dan kabupaten. Artinya, untuk upaya melindungi konsumen,” katanya.

Dinas terkait khususnya Perindustrian, sambung Ibnu, agar turun langsung memastikan peredaran Makarel. Apakah sudah ditarik dari toko, atau bagaimana menyampaikan ke konsumen dan agen untuk penarikan produk tersebut.

“Kami akan mengawasi itu,” bilangnya.

Lantas, apakah ada laporan maupun pengaduan terkait Makarel ini? Ibnu memastikan, YLKI belum mendapatkan laporan. Meski demikian, YLKI membuka pengaduan konsumen terkait Makarel dengan alamat Jalan Yunus Sanis, Lorong Andalas No 79 Kebon Handil, Jelutung, Kota Jambi.

“Kita himbau masyarakat untuk tidak lagi mengkonsumsi makanan Makarel,” pungkasnya. (Win)

You cannot copy content of this page