KOTA JAMBI – Polemik pembangunan Tugu Keris Siginjai yang ditolak lantaran menghancurkan Tugu Jam yang berusia puluhan tahun, semakin menarik. Aksi demo oleh seniman, aktivis serta warga pada Kamis (20/7), menunjukkan gerakan penolakan yang diperkirakan bakal terus berlangsung.
Umumnya, warga tak menolak pembangunan Tugu Keris Siginjai. Hanya saja, pembangunan untuk Icon Kota Jambi itu ditolak keras lantaran menghancurkan Tugu Jam yang memiliki sejarah dan nilai budaya perjalanan Kota Jambi.
“Kita sih setuju rencana Walikota untuk membangun Tugu Keris Siginjai. Tapi tidak dengan menghancurkan yang sudah ada. Pertahankan yang sudah ada. Bangun saja ditempat lain kan masih banyak tempat,” bilang Cecep Suryana, warga Mayang pada Dinamika Jambi.
“Membangun tanpa merusak, itu firman Tuhan. Betul. Ada didalam Al Quran mengatakan, membangun itu tidak dengan merusak yang sudah ada,” sambung Ketua FPTI Provinsi Jambi melalui telepon selulernya.
Cecep menyarankan, pembangunan Tugu Keris bisa dilakukan di lokalisasi Payo Sigadung atau lebih dikenal dengan nama Pucuk. Meski terkesan nyeleneh, usulan Cecep rupanya bukan tanpa alasan. Berkaca dari sejumlah daerah, penempatan objek wisata atau pun icon Kota ini, layak menjadi masukkan bagi Pemerintah Kota
“Teruskan saja Walikota membangun tempat wisata dan taman di Kota Jambi. Itu sudah sangat kita apresiasi. Artinya, kalau Walikota membuat destinasi wisata baru, kenapa harus dipaksakan disitu? Masih banyak tempat lain. Bisa menampung. Kita lari ke pinggiran kota,” terangnya.
Berita Lain : Media Online Terdepan, Begini Kata Kepala Bea Cukai Jambi
“Dulu Kramat Tunggal itu lokalisasi. Kemudian dibangun Islamic Center. Kalijodo jadi taman dan tempat santai. Nah, Walikota kan sudah membuat gebrakan menutup lokalisasi Payo Sigadung. Kenapa tidak disitu saja,” usul Cecep
